Search This Blog

Obgyn: Ibu Habis Melahirkan Wajib Punya Me Time, Minimal 30 Menit-1 Jam

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Obgyn: Ibu Habis Melahirkan Wajib Punya Me Time, Minimal 30 Menit-1 Jam
Feb 8th 2026, 13:00 by kumparanMOM

Ibu kelelahan setelah melahirkan bayi. Foto: leungchopan/Shutterstock
Ibu kelelahan setelah melahirkan bayi. Foto: leungchopan/Shutterstock

Menjadi seorang ibu merupakan perjalanan yang penuh perubahan, baik secara fisik maupun emosional. Sayangnya, fokus sering kali hanya tertuju pada bayi, sementara kondisi ibu usai melahirkan dan kebutuhannya justru terlupakan.

Padahal, menurut Dokter Spesialis Obgyn, dr. Riyana Kadarsari, Sp.OG, ibu hamil hingga ibu pasca-melahirkan sangat membutuhkan dukungan, termasuk waktu untuk dirinya sendiri atau me time. Ia menegaskan, setelah melahirkan, ibu sebaiknya memiliki waktu khusus untuk dirinya sendiri, bahkan sejak awal masa nifas.

"Ibu habis melahirkan, setengah jam sampai satu jam ibu wajib punya me time. Sukanya ngapain, terserah," ucap dr. Riyana dalam acara Edukasi Prenatal & Postnatal Spa Treatment di Jakarta Pusat, Kamis (5/2).

Ibu Melahirkan Butuh Support dan Me Time

Dokter Spesialis Obgyn, dr. Riyana Kadarsari, Sp.OG, di Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026). Foto: Eka Nurjanah/kumparan
Dokter Spesialis Obgyn, dr. Riyana Kadarsari, Sp.OG, di Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026). Foto: Eka Nurjanah/kumparan

Kontak yang terlalu intens dan terus-menerus dengan bayi tanpa jeda justru bisa berdampak buruk. Ketika ibu tidak sempat mengisi ulang energinya, muncul tanda-tanda kelelahan emosional seperti mudah menangis, merasa kosong, bahkan enggan menyusui.

Ini bukan karena ibu tidak menyayangi bayinya, tetapi karena ia kelelahan secara fisik dan mental. Kata dr. Riyana, waktu ini bukan bentuk egois, melainkan kebutuhan dasar agar energi emosional ibu tidak terkuras habis.

"Karena kadang-kadang terlalu kontak terus-terusan sama anak nggak bagus juga energinya sudah kosong. Nangis sendiri, nggak mau nyusuin," sambungnya.

Ibu kelelahan setelah melahirkan bayi. Foto: PR Image Factory/Shutterstock
Ibu kelelahan setelah melahirkan bayi. Foto: PR Image Factory/Shutterstock

Perubahan besar ini sering terasa lebih berat karena kondisi hidup ibu berubah drastis. Jika sebelumnya kehidupan berjalan dengan jadwal yang teratur seperti jam kerja, jam istirahat, waktu pribadi. Maka, setelah melahirkan hampir semua waktu diisi dengan satu hal yakni bayi. Semua orang di sekitar terlihat sangat bahagia dan antusias dengan kehadiran sang bayi, sementara sang ibu justru merasa sendirian.

"Begitu lahiran, bayi, bayi, bayi, bayi. Dan semua orang suka sama bayinya selain dia (ibunya). Begitu nangis kasih ibunya," ucapnya.

Oleh karena itu, masa kehamilan dan persiapan melahirkan seharusnya tidak hanya berfokus pada perlengkapan bayi, tetapi juga perencanaan support untuk ibu. Support ini harus jelas dan nyata. Mulai dari siapa yang membantu perawatan setelah melahirkan, siapa yang memastikan ibu makan dengan nutrisi cukup, hingga siapa yang memberi ruang agar ibu bisa beristirahat atau sekadar menenangkan diri.

Ilustrasi ayah, ibu dan bayi. Foto: metamorworks/Shutterstock
Ilustrasi ayah, ibu dan bayi. Foto: metamorworks/Shutterstock

"Support-nya, planning-nya apa aja sih? Melahirkan lelah, vaginanya masih ngilu, perawatan luka, itu harus diperhatiin. Kurang tidur, jadi support-nya harus jelas," pungas dr. Riyana.

Dengan support yang tepat dan kesempatan untuk me time, ibu akan lebih kuat secara emosional, lebih sehat secara fisik, dan pada akhirnya bisa merawat bayinya dengan lebih baik ya, Moms.

Media files:
01kf2c8769zc539s7yr1te4d56.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar