Search This Blog

Mendagri: Sumatera Berangsur Normal, Aceh Tamiang-Agam Butuh Perhatian

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Mendagri: Sumatera Berangsur Normal, Aceh Tamiang-Agam Butuh Perhatian
Feb 11th 2026, 13:59 by kumparanNEWS

Mendagri, M. Tito Karnavian memberikan paparannya dalam konferensi pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera yang disiarkan secara langsung di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026). Foto: Kemendagri RI/YouTube
Mendagri, M. Tito Karnavian memberikan paparannya dalam konferensi pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera yang disiarkan secara langsung di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026). Foto: Kemendagri RI/YouTube

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan sebagian besar daerah terdampak bencana di Sumatera telah kembali normal. Namun, ada wilayah yang masih membutuhkan perhatian khusus, terutama Kabupaten Agam dan Padang Pariaman di Sumatera Barat.

"Kita tahu bahwa ada 52 kabupaten kota dari 3 provinsi yang terdampak. Di Aceh maupun Sumatera Utara, Sumatera Barat," kata Tito dalam konferensi pers rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (11/2).

Tito menjelaskan, berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi lapangan yang dilakukan, sebagian besar wilayah terdampak telah menunjukkan pemulihan signifikan dalam kurun waktu sekitar dua bulan pascabencana.

"Sebagaimana data, Sumatera Barat itu ada 19 daerah kabupaten/kota, yang terdampak ada 16," ujarnya.

Mendagri, M. Tito Karnavian memberikan paparannya dalam konferensi pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera yang disiarkan secara langsung di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026). Foto: Kemendagri RI/YouTube
Mendagri, M. Tito Karnavian memberikan paparannya dalam konferensi pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera yang disiarkan secara langsung di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026). Foto: Kemendagri RI/YouTube
Wakasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Letjen TNI Richard Tampubolon, meninjau penanganan bencana banjir serta pemulihan infrastruktur 3 kabupaten di Sumut, Rabu (28/1/2026). Foto: Media Center Satgas PRR Pascabencana Sumatera
Wakasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Letjen TNI Richard Tampubolon, meninjau penanganan bencana banjir serta pemulihan infrastruktur 3 kabupaten di Sumut, Rabu (28/1/2026). Foto: Media Center Satgas PRR Pascabencana Sumatera

Di Sumatera Barat, dari daerah yang terdampak, 12 kabupaten/kota telah dinyatakan kembali normal. Namun, masih terdapat wilayah yang belum sepenuhnya pulih.

"Sumatera Barat, 12 alhamdulillah sudah kembali normal, ada dua yang mendekati normal artinya masih mendekati masalah. Yang harus kita selesaikan detailnya ada. Dan itu khususnya di Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Pesisir Selatan," jelas Tito.

Sementara itu, dua daerah di Sumatera Barat masih memerlukan atensi khusus karena permasalahan yang belum terselesaikan.

"Sedangkan yang perlu mendapatkan atensi khusus karena masih ada banyak masalah di situ ada dua yaitu Kabupaten Agam dan Padang Parianan. Terutama masalah pengungsian, kemudian sekolah dan lain lain," tegasnya.

Infografis yang dipaparkan oleh Mendagri, M. Tito Karnavian dalam konferensi pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026). Foto: Kemendagri RI/YouTube
Infografis yang dipaparkan oleh Mendagri, M. Tito Karnavian dalam konferensi pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026). Foto: Kemendagri RI/YouTube

Selain Sumatera Barat, Tito juga memaparkan kondisi di Sumatera Utara dan Aceh. Di Sumatera Utara, dari 33 kabupaten/kota, sebanyak 18 wilayah terdampak bencana.

"Untuk Sumatera Utara, dari 33 kabupaten/kota yang ada, 18 terdampak. Dan kemudian yang sudah menyatakan normal, dan hasil crosscheck kita itu ada 15 Alhamdulillah," ujarnya.

Adapun daerah yang mendekati normal di Sumatera Utara adalah Tapanuli Selatan, sementara dua wilayah masih memerlukan perhatian khusus.

"Dan mendekati normal itu ada satu yaitu Tapanuli Selatan, yang perlu mendapatkan atensi khusus ada dua, yaitu di kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara," kata Tito.

Di Provinsi Aceh, dari 23 kabupaten/kota, 18 daerah terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, 10 daerah telah kembali beraktivitas normal.

"Kemudian untuk di provinsi Aceh, dari 23 kabupaten/kota, 18 terdampak, 10 itu sudah kembali normal aktivitasnya. Yang mendekati normal itu ada 2 yaitu Bener Meriah dan Gayo Luwes," jelasnya.

Namun, sejumlah wilayah di Aceh masih menjadi perhatian utama pemerintah pusat.

"Ada beberapa daerah yang memerlukan atensi khusus yaitu Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, kemudian Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah. Ini menjadi atensi kita yang paling utama," ujar Tito.

Ia menambahkan, Gayo Luwes juga akan tetap mendapatkan perhatian meski masuk kategori mendekati normal.

"Meskipun Gayo Luwes juga ingin masuk yang atensi nggak apa-apa, nanti kita akan berikan atensi. Artinya ada yang sudah kembali normal itu dari 52 itu ada 37," katanya.

Secara keseluruhan, Tito menyebut sekitar 70 persen daerah terdampak di tiga provinsi tersebut telah normal.

"37 (daerah) jadi kalau kita prosentasekan ya itu kurang lebih 70% kabupaten kota dari 52 kabupaten kota itu sudah kembali normal dalam waktu sekitar 2 bulan. Yang mendekati normal lebih kurang ada 4, dan memerlukan atensi khusus masih ada 11," kata dia.

Media files:
01kh5mrxqh6vtqsyyyegv9eb15.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar