Search This Blog

Kisah Mahasiswa UGM yang Biayai Kuliah dari Ojek Online

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kisah Mahasiswa UGM yang Biayai Kuliah dari Ojek Online
Feb 1st 2026, 14:57 by kumparanNEWS

Ryaas Amin, Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), yang membiayai kuliahnya dengan menjadi pengemudi ojek online. Foto: Dok. UGM
Ryaas Amin, Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), yang membiayai kuliahnya dengan menjadi pengemudi ojek online. Foto: Dok. UGM

Pendidikan adalah hal yang utama bagi Ryaas Amin, Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM). Demi pendidikan dan mencukupi kebutuhan hidup, Ryaas menempuh pendidikan sarjana sambil bekerja sebagai ojek online pengantar makanan.

Menjadi ojol bermula dari tekadnya untuk mandiri memenuhi kebutuhan pribadi tanpa membebani orang tua. Maka dari itu dia memilih jadi ojol. Seiring waktu dia kemudian jadi ojol pengantar makanan.

Motor yang dipakai Ryaas untuk bekerja sebagai ojol awalnya meminjam milik sang kakak. Saat ini dia telah beralih menggunakan motor pamannya untuk menekuni pekerjaannya sebagai ojol.

Alhasil dia bisa membiayai kuliahnya sendiri. Meski dia harus pintar dalam membagi waktu.

"Kalau manajemen waktu, aku biasanya mulai merencanakannya pas memilih mata kuliah atau saat masa KRS. Jadi, saat memilih mata kuliah, aku juga harus mempertimbangkan jumlah SKS sebagai patokan waktu antara waktu kuliah dan bekerja," kata Ryaas dalam keterangan tertulis yang diterima kumparan, Minggu (1/2).

Alasan waktu ini pula yang membuat dirinya mengambil pekerjaan ojol pesan antar makanan. Waktunya relatif fleksibel.

"Fleksibel dan bisa dilakukan di mana aja. Kalau ditekuni tuh penghasilannya juga tidak mengecewakan, kok," tuturnya.

"Penghasilan bisa diatur. Ada saatnya istirahat, ada saatnya harus bekerja. Jadi kalau memang memiliki keinginan, kita harus benar-benar mengusahakannya," jelasnya.

Ryaas bilang tak ingin terus menerus bergantung pada orang tuanya. Ketika ingin sesuatu, dia selalu berusaha mewujudkannya sendiri.

Apa yang dia lakukan juga mendapat restu dari orang tua.

"Orang tua selalu mendukung, tapi engga secara terang-terangan. Yang penting, kuliah sama kerjanya seimbang," ujarnya.

Apa yang dia lalui sekarang juga dijadikan bekal untuk di masa mendatang setelah lulus pendidikan.

"Proses ini bisa jadi bekalku setelah lulus kuliah nanti, sih. Aku jadi bisa terbiasa mengatur skala prioritas, multi-tasking, dan kadang mengatasi konflik dari para pelanggan," pungkasnya.

Media files:
01kgc35p6s46s1g8s54m2m7qft.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar