Search This Blog

Dokter: Sekarang Ada Nugget dan Sosis Siap Makan, Siap-siap Kanker 20 Tahun Lagi

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Dokter: Sekarang Ada Nugget dan Sosis Siap Makan, Siap-siap Kanker 20 Tahun Lagi
Feb 8th 2026, 11:01 by kumparanMOM

Ilustrasi sosis siap makan. Foto: Lian Sahmora Nasution/Shutterstock
Ilustrasi sosis siap makan. Foto: Lian Sahmora Nasution/Shutterstock

Kemudahan mengonsumsi makanan siap saji kini semakin tak terhindarkan, mulai dari sosis siap makan, nugget, hingga kornet yang mudah ditemukan di supermarket. Namun, di balik kepraktisan tersebut, tersimpan risiko kesehatan serius yang kerap diabaikan.

Ilustrasi Sosis dan Nugget. Foto: Bangayuu/Shutterstock
Ilustrasi Sosis dan Nugget. Foto: Bangayuu/Shutterstock

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP, mengingatkan bahwa konsumsi makanan ultra-proses dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker, terutama jika dikonsumsi sejak usia anak-anak.

"Sekarang ada sosis yang siap makan kan? Siap-siap kanker aja 20 tahun lagi, terutama anak-anak," tegas Prof. Aru dalam acara World Cancer Day 2026 bersama MSD Indonesia, di SCBD Park, Jakarta, Rabu (4/2).

Waspada Makanan Ultra-Proses: Ancaman Kanker Mengintai Anak di Masa Depan

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP, Foto: Eka Nurjanah/kumparan
Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP, Foto: Eka Nurjanah/kumparan

Prof. Aru juga menjelaskan pentingnya masyarakat lebih kritis membaca label nutrition facts pada kemasan makanan. Jika dalam daftar bahan tertulis banyak istilah yang tidak familiar atau terdengar "aneh", hal itu patut diwaspadai.

"Kalau sebuah makanan sudah ada kayak begini di bungkusnya, hati-hati. Kalau kamu baca tuh macem-macem, ini udah pake pengawet, kamu jauhi. Ini namanya Ultra-processed Food (UPF)," ujarnya.

Prof Aru menjelaskan, makanan dibagi menjadi beberapa jenis. Makanan non-processed adalah makanan mentah seperti sayur, buah, atau daging segar. Jika makanan dimasak di rumah, itu disebut processed dan masih relatif aman.

Namun, yang paling berbahaya adalah ultra-processed food, yakni makanan yang telah diolah oleh pabrik hingga bentuk aslinya berubah dan kandungan alaminya berkurang drastis.

Ilustrasi daging olahan (bacon, sosis, daging asap). Foto: Athok.fadhlin/Shutterstock
Ilustrasi daging olahan (bacon, sosis, daging asap). Foto: Athok.fadhlin/Shutterstock

"Kalau ultra-processed itu yang sudah diolah oleh pabrik, sehingga munculnya bentuknya udah beda. Ayam sudah jadi nugget. Nugget-nugget di supermarket itu belum tentu ada ayamnya tuh," sambungnya.

Begitu pula dengan sosis dan kornet. Produk daging olahan ini sering mengandung nitrat, zat yang digunakan sebagai pengawet sekaligus pemberi warna merah agar tampak menggugah selera.

Ilustrasi Nugget. Foto: MaraZe/Shutterstock
Ilustrasi Nugget. Foto: MaraZe/Shutterstock

Oleh karena itu, Prof. Aru menegaskan bahwa daging yang diproses seperti sosis, nugget, dan kornet sebaiknya dihindari. Terutama bagi anak-anak yang masih dalam masa tumbuh kembang.

"Kalau yang namanya daging di-processed itu pake nitrat. Nah itu bikin kanker, zat nitrat itu. Yang bikin kornet beef enak itu, warna merahnya itu nitrat. Pokoknya kalau daging di-processed, jauhi," tegasnya.

Media files:
01kgxkj74xcv5mjg6jta6xqvxx.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar