Search This Blog

Hino Klaim Produksi Kendaraan Niaga dengan TKDN Tinggi

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Hino Klaim Produksi Kendaraan Niaga dengan TKDN Tinggi
Jan 25th 2026, 07:00 by kumparanOTO

Proses produksi kendaraan niaga Hino di pabrik Purwakarta. Foto: Hino Indonesia
Proses produksi kendaraan niaga Hino di pabrik Purwakarta. Foto: Hino Indonesia

Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) menegaskan diri sebagai pabrikan kendaraan niaga dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tertinggi di Tanah Air. Hal tersebut menjadi bukti komitmen terhadap pengembangan industri otomotif lokal di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Berdasarkan paparan perusahaan dalam pertemuan dengan sejumlah awak media, HMMI memiliki sertifikasi TKDN untuk 31 tipe kendaraan dengan persentase 44,35 sampai 57,26 persen.

"Di segmen komersial yang bisa declare itu Hino, TKDN lebih dari 50 persen atau urutan atas, dan pabrikan made in Indonesia itu ya Hino," ungkap Direktur PT HMMI Harianto di Purwakarta belum lama ini.

Proses produksi kendaraan niaga Hino di pabrik Purwakarta. Foto: Hino Indonesia
Proses produksi kendaraan niaga Hino di pabrik Purwakarta. Foto: Hino Indonesia

"Ditambah lagi Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) 14,10 persen. Tentu saja ini bukti dari strategi jangka panjang untuk mendorong pemanfaatan komponen lokal, pengembangan supplier dalam negeri, serta penguatan rantai pasok industri otomotif nasional," tambahnya.

Adapun kehadiran dan operasional Hino di Indonesia sudah eksis 40 tahun lebih sejak 1982 melalui PT Hino Indonesia Manufacturing. Kemudian tiga tahun berikutnya memulai lokalisasi kabin, mesin, sasis, dan komponen lainnya.

Kemudian pada 2003, perusahaan melakukan pemisahan entitas antara manufaktur dan distributor. HMMI dengan nilai investasi 112,5 juta USD, di mana saham mayoritas sebesar 90 persen dipegang oleh prinsipal (HML) dan sisanya Indomobil. Kemudian Hino Motors Sales Indonesia dengan komposisi 40 persen HML dan Indomobil, sisanya Sumitomo.

Proses produksi kendaraan niaga Hino di pabrik Purwakarta. Foto: Hino Indonesia
Proses produksi kendaraan niaga Hino di pabrik Purwakarta. Foto: Hino Indonesia

Fasilitas tersebut fokus pada manufaktur kendaraan truk medium, truk ringan, bus, mesin, dan komponen penggerak inti dalam satu kawasan seluas 30 hektare, dengan kapasitas terpasang 75 ribu unit per tahun.

"Kami sendiri memiliki lebih dari 480 supplier dan 150 supplier main part, serta mempekerjakan total 150 ribu orang atau karyawan yang terkait dengan industri kami. Bukan sekadar assembly, di sini kami bikin mesin, jadi bisa disebut HMMI ini dari part engine sampai jadi unitnya ada di sini," lanjutnya.

Proses produksi kendaraan niaga Hino di pabrik Purwakarta. Foto: Hino Indonesia
Proses produksi kendaraan niaga Hino di pabrik Purwakarta. Foto: Hino Indonesia

Tak cuma fokus pada dalam negeri, Hino juga melakoni ekspor kendaraan niaga secara utuh (CBU) ke berbagai negara tujuan yang dilakukan sejak 2011 melalui model light duty truck (LDT). Pada 2017 berlanjut mengekspor dalam format Euro 4, serta 2019 memulai ekspor CBU Dutro Euro 4.

Mengacu data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), aktivitas ekspor Hino selain dalam wujud utuh juga secara terurai serta komponen ke banyak negara di Asia Tenggara, Amerika Selatan, hingga Asia Timur.

Media files:
01kfg6az607wn9551h0ftc4s59.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar