Search This Blog

Hadramout Memanas, Kelompok Separatis Yaman Umumkan Referendum Kemerdekaan

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Hadramout Memanas, Kelompok Separatis Yaman Umumkan Referendum Kemerdekaan
Jan 3rd 2026, 13:36 by kumparanNEWS

Asap mengepul setelah serangan udara koalisi pimpinan Saudi, yang menargetkan apa yang mereka sebut sebagai dukungan militer asing kepada separatis selatan yang didukung UEA, di pelabuhan Mukalla, Yaman selatan, Selasa (30/12/2025). Foto: SABAA TV via REUTERS
Asap mengepul setelah serangan udara koalisi pimpinan Saudi, yang menargetkan apa yang mereka sebut sebagai dukungan militer asing kepada separatis selatan yang didukung UEA, di pelabuhan Mukalla, Yaman selatan, Selasa (30/12/2025). Foto: SABAA TV via REUTERS

Kelompok separatis di Yaman mengumumkan referendum kemerdekaan pada Jumat (2/1). Presiden Dewan Transisi Selatan (STC), Aidaros Alzubidi, mengatakan fase transisi kemerdekaan akan berlangsung selama dua tahun dan akan melibatkan dialog dengan Yaman utara yang dikuasai Houthi.

Namun, dia juga memperingatkan kelompoknya akan mendeklarasikan kemerdekaan segera jika tidak ada dialog atau jika Yaman selatan diserang lagi.

"Dewan meminta komunitas internasional untuk mendukung dialog antara pihak-pihak yang terkait di utara dan selatan," kata Alzubidi dalam pernyataan di televisi, dikutip dari AFP, Sabtu (3/1).

"Deklarasi konstitusional ini akan dianggap segera berlaku dan langsung efektif sebelum tanggal tersebut (2 Januari 2028), jika seruan tersebut tidak diindahkan atau jika warga di selatan, tanah mereka, atau pasukan mereka menjadi sasaran serangan militer," lanjutnya.

Pasukan STC merebut sebagian besar wilayah Hadramout yang berbatasan dengan Arab Saudi dan provinsi Al-Mahra di perbatasan Oman dalam serangan yang sebagian besar tidak mendapat perlawanan bulan lalu.

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab selama bertahun-tahun mendukung faksi-faksi yang bersaing di wilayah pemerintahan Yaman yang terpecah belah. Namun, serangan STC membuat Riyadh marah dan membuat kekuatan di wilayah Teluk berselisih.

Pengumuman referendum kemerdekaan ini dilakukan di tengah konflik yang memanas di Hadramout dan Al-Mahrah. Arab Saudi dan Uni Emirat Arab bersitegang atas perebutan wilayah oleh STC.

Yaman yang sempat terpisah menjadi utara dan selatan dari 1967 hingga 1990 bisa saja kembali terpecah dalam dua tahun jika rencana kemerdekaan STC terwujud. Jika terwujud, negara baru itu akan disebut sebagai "Arab Selatan".

Media files:
01kdr02hep8c1ynt35jczrgecd.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar