Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat bertemu mahasiswa Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat di Semarang, Selasa (9/12). Foto: Dok. Istimewa
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berjanji akan membantu biaya kuliah dan biaya hidup mahasiswa Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sedang menempuh pendidikan di Kota Semarang. Keluarga mahasiswa itu terdampak bencana di Sumatera.
Luthfi mengatakan, bantuan dan perhatian tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas musibah bencana banjir dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
"Kita bantu (biaya) kosnya tiga bulan diselesaikan, kemudian biaya kuliah yang sudah saya sampaikan kepada rektor masing-masing agar diberikan kemudahan termasuk dari provinsi akan bantu semua kegiatan adik-adik mahasiswa di tingkat daerah," ujar Luthfi dalam keterangannya, Selasa (9/12).
BNPB umumkan korban bencana Sumatera per 9 Desember 2025 siang. Foto: Dok. BNPB
Luthfi juga mengupayakan agar mahasiswa rantau di Jawa Tengah dapat berkomunikasi dengan keluarga di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Sebab, masih banyak di antara mahasiswa yang sulit berkomunikasi dengan keluarganya dikarenakan jaringan di lokasi bencana susah.
"Mereka yang belum bisa komunikasi dengan daerahnya, hari ini sudah saya komunikasikan agar ada komunikasi. Ada beberapa mahasiswa yang sampai sekarang belum ada komunikasi, sehingga secara tidak langsung akan memberikan semangat mereka untuk belajar di wilayah kita," jelas eks Kapolda Jateng ini.
Ia pun meminta mahasiswa rantau asal tiga daerah itu tak khawatir dan mendorong agar tetap fokus belajar serta menyelesaikan pendidikan.
"Anda di sini tidak sendiri, saya akan menjamin seluruh kegiatan belajar mengajar di tempat kalian. Jadi kamu punya Bapak di sini," tegas Luthfi.
Sementara itu, Ketua Ikatan Pelajar Aceh Semarang (IPAS), Muhammad Haekal Halifah, menyebut ada ratusan mahasiswa yang menempuh pendidikan di Semarang. Ia pun berterimakasih atas bantuan yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
"Di Aceh yang sudah terdata 107 mahasiswa, Sumbar ada sekitar 200-an, Sumut 100 lebih mahasiswa. Pendataan ini nanti akan kami koordinasikan lagi agar semua terhimpun dan terserap dengan baik, terus bantuan yang diberikan sesuai dengan haknya," ucap mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro tersebut.
Hal senada juga disampaikan mahasiswa asal Sumut, Naswa Salsabila, dan mahasiswa asal Sumbar, Ghazza Al Hafizh Hasbi. Keduanya mewakili mahasiswa asal Sumut dan Sumbar menyampaikan terima kasih atas perhatian dari Gubernur Jawa Tengah.
"Itu sangat membantu bagi mahasiswa. Saat ini prioritas kami adalah melanjutkan pendidikan di sini. Adanya dukungan dari Gubernur Jawa Tengah menjadikan semangat dan tujuan utama menuntut ilmu tidak hilang, juga keluarga di sana tidak perlu memikirkan anak-anaknya di sini," kata Ghazza.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar