Toko sayur milik Aminudin di Sidoarjo. Foto: Farusma/kumparan
Aminudin tak pernah membayangkan toko kecilnya, "Rahayu Makmur", berukuran 3x3 meter di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, dapat menyuplai ratusan kilogram sayuran per hari.
Setiap subuh, ia harus mengantar berbagai macam sayuran seperti kol, cabai, wortel, dan lainnya ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wonocolo, Surabaya.
"Sayur macam-macam (yang disuplai) mulai kol putih, wortel. Biasanya pagi subuh, langsung antar ke SPPG Wonocolo. 100-150 kilo itu sayur saja per hari, belum yang lain-lain seperti bawang dan lain-lain," kata Aminudin saat ditemui di tokonya.
Aminudin saat ditemui di warung sayurnya. Foto: Farusma/kumparan
Pria asal Mojokerto ini memulai usahanya pada tahun 2024 dan menjadi salah satu pemasok dapur SPPG layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak Maret 2025. Ia mengaku dengan bergabung SPPG Wonocolo, omzetnya meningkat.
"Yang pasti ada peningkatan. Soalnya customer bertambah. Jadi pendapatan pasti ikut naik. Iya bisa dibilang dua kali lipat," tambahnya.
Toko sayur milik Aminudin di Sidoarjo. Foto: Farusma/kumparan
Selain itu, ia kini mampu mempekerjakan dua orang untuk membantu menyuplai sayuran dan kebutuhan lainnya untuk SPPG Wonocolo.
"Iya pasti, ya ada peningkatan karyawan (setelah gabung SPPG). Nambah satu. Karena operasionalnya lebih. Sebelumnya cuma 1 jadi 2, 3 termasuk saya," katanya.
Toko sayur milik Aminudin di Sidoarjo. Foto: Farusma/kumparan
Ia berharap ke depannya masih bisa menyuplai kebutuhan dapur SPPG dengan kualitas sayur yang lebih baik.
"Semoga ke depannya tidak ada masalah apa-apa lagi. Soalnya programnya ini bisa membantu untuk semua. Ini program yang baik kalau menurut saya," ujarnya.
Dengan menyuplai dapur SPPG, Aminudin tak perlu khawatir, sebab pesanan menjadi stabil, penjualan meningkat, omzet bertambah, dan usahanya bisa bertumbuh lebih cepat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar