Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempertimbangkan membawa negaranya keluar dari NATO setelah merasa tidak mendapat dukungan saat menyerang Iran. Trump bahkan mengaku sudah mantap dengan rencana tersebut tanpa banyak pertimbangan. Sejumlah negara anggota NATO seperti Inggris, Jerman, dan Yunani menolak terlibat dalam konflik tersebut. Pemerintah Jerman menilai perang di Iran tidak berkaitan dengan NATO. Penolakan itu muncul setelah Trump meminta sekutunya membantu mengamankan Selat Hormuz. Merespons hal itu, Trump melontarkan kritik keras dan menyebut NATO sebagai "macan kertas" tanpa Amerika Serikat. 📸: Dok. Reuters, AFP, Pool via AFP, Shutterstock, ChatGPT, Donald Trump via Truth. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: focus | trumpnato | news | svl | R176 | R194 | E164 | V179 | V161 #bicarafaktalewatberita#kumparan
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menanggapi santai pernyataan Donald Trump yang berencana menarik Amerika Serikat dari NATO. Starmer menegaskan dirinya akan tetap fokus pada kepentingan nasional Inggris, tanpa terpengaruh tekanan atau kegaduhan politik. Trump sebelumnya menyatakan keputusannya keluar dari NATO sudah final. Ia mengaku kecewa karena aliansi tersebut tidak memberikan dukungan saat AS melakukan serangan ke Iran, bahkan menyebut NATO sebagai "macan kertas". Pemerintah Jerman juga merespons pernyataan tersebut dengan menyebutnya sebagai pernyataan yang berulang dari Trump. Meski begitu, Jerman menegaskan tetap berkomitmen penuh terhadap NATO, di tengah kekhawatiran atas dampak jika AS benar-benar keluar dari aliansi tersebut. 📸: Dok. ChatGPT/Ilustrasi, AFP, Shutterstock, Reuters. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: focus | trumpnato | news | videonews | R176 | R335 | E053 | V157 #bicarafaktalewatberita#kumparan
Presiden AS Donald Trump menyatakan niat serius untuk menarik Amerika Serikat dari NATO karena merasa kurang mendapat dukungan sekutu dalam mengamankan Selat Hormuz dan menghadapi Iran. Lembaga think-tank International Institute for Strategic Studies (IISS) menganalisis bahwa mundurnya AS dari NATO akan berimplikasi langsung pada pendanaan dan investasi pertahanan bagi Eropa. Terutama, menghadapi ancaman Rusia terhadap NATO. Mereka mensimulasikan, jika perang Ukraina berakhir pada 2025, dan AS menarik diri dari NATO untuk fokus ke kawasan Indo-Pasifik, Rusia bisa saja mengambil kesempatan untuk mengancam Eropa. Hal tersebut juga turut mendapat kritik dari Presiden Prancis Emmanuel Macron. Menurut Macron, ketidakkonsistenan komitmen AS hanya akan melemahkan makna pakta pertahanan tersebut dan menghancurkan kepercayaan antarnegara anggota yang selama ini menjadi pilar keamanan Barat. 📸: Dok. Shutterstock, Kemlu Arab, Pool via AFP. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: focus | trumpnato | news | videonews | R176 | R335 | E360 | E053 | V368 #bicarafaktalewatberita#kumparan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar