Search This Blog

Cerita Warga Kampung Aur Medan Terendam Banjir: Ketinggian Sempat 2 Meter

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Cerita Warga Kampung Aur Medan Terendam Banjir: Ketinggian Sempat 2 Meter
Nov 28th 2025, 13:20 by kumparanNEWS

Kondisi Banjir di Kota Medan masih selutut orang dewasa, Warga mulai bersih-bersih, Jumat (28/11/2025). Foto: Amar Marpaung/kumparan
Kondisi Banjir di Kota Medan masih selutut orang dewasa, Warga mulai bersih-bersih, Jumat (28/11/2025). Foto: Amar Marpaung/kumparan

Banjir masih menggenangi sejumlah kawasan di Kota Medan sejak Kamis (27/11). Akibatnya, beberapa rumah warga terendam air.

Pantauan kumparan pada Jumat (28/11), genangan masih terlihat di permukiman warga Kampung Aur, Kecamatan Medan Maimun, dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.

Sejumlah warga tampak membersihkan rumah dari lumpur yang mengendap. Masjid Jami Aur yang berada di lokasi juga dipenuhi lumpur akibat banjir.

Kondisi Banjir di Kota Medan masih selutut orang dewasa, Warga mulai bersih-bersih, Jumat (28/11/2025). Foto: Amar Marpaung/kumparan
Kondisi Banjir di Kota Medan masih selutut orang dewasa, Warga mulai bersih-bersih, Jumat (28/11/2025). Foto: Amar Marpaung/kumparan

Herman (25), salah satu warga terdampak, mengatakan, air mulai naik sejak pukul 22.00 WIB, Kamis (27/11). Ketinggian mencapai 2 meter.

Banjir berangsur surut, namun hingga pagi air masih menggenangi hingga sekitar 50 cm.

"Jam 10 malam itu air tinggi sampai 2 meter lebih, sampai 7 pagi lagi ini air segini (selutut)," kata Herman di kediamannya, Jumat (28/11).

Kondisi Banjir di Kota Medan masih selutut orang dewasa, Warga mulai bersih-bersih, Jumat (28/11/2025). Foto: Amar Marpaung/kumparan
Kondisi Banjir di Kota Medan masih selutut orang dewasa, Warga mulai bersih-bersih, Jumat (28/11/2025). Foto: Amar Marpaung/kumparan

Barang-barang di rumah Herman terendam, bahkan beberapa hanyut "Engga ada yang selamat (barang), semua basah, ada yang hanyut lah," ujarnya.

Dia dan keluarga juga tidak bisa tidur karena khawatir banjir kembali naik. "Parah kali (banjir), tidur engga bisa. Mau makan juga engga bisa," kata Herman.

Ia berharap pemerintah segera bertindak agar banjir bisa segera surut dan warga bisa beraktivitas lagi.

Media files:
01kb4gzx006k8m18kexyd9fffd.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar