Sisa-sisa alat proyek pembangunan trotoar yang masih berserakan di dekat MRT Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (20/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Langkah kaki bersahutan di trotoar menuju Stasiun MRT Fatmawati, Jakarta Selatan pada Senin (20/10) pagi. Sebagian pejalan buru-buru menyusuri jalur yang kini tampak lebih lebar dari sebelumnya. Sementara, beberapa ada yang berhenti sejenak menghindari tumpukan terpal bekas proyek revitalisasi trotoar di kawasan tersebut.
Pantauan kumparan di lokasi pada pukul 08.06 WIB, memperlihatkan trotoar di kawasan itu belum benar-benar rapi. Sejumlah alat bekas pengerjaan masih tergeletak di atasnya, mulai dari terpal, kawat, hingga gulungan karung yang menutupi sebagian jalur pejalan kaki.
Sisa-sisa alat proyek pembangunan trotoar yang masih berserakan di dekat MRT Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (20/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Di antara puing-puing kayu dan batako, tampak pula beberapa penanda jalan, salah satunya bertuliskan Jalan Taman Cilandak Raya yang dicopot dan dibiarkan tergeletak di tepi jalan.
Meski sudah bisa dilewati, permukaan trotoar itu masih berdebu, meninggalkan kesan setengah jadi. Padahal, trotoar itu telah direvitalisasi dengan menambah lebar jalur pejalan kaki agar lebih nyaman dan aman. Sebelumnya, trotoar di kawasan ini hanya cukup untuk satu orang berjalan.
"Sebelumnya got, terus pohon-pohon, got, pohon-pohon. Trotoarnya kecil sih. Ini pelebaran ini baru sebulan," kata Oca (40), pedagang yang berjualan di sekitar trotoar MRT Fatmawati.
Sisa-sisa alat proyek pembangunan trotoar yang masih berserakan di dekat MRT Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (20/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Oca baru dua bulan berjualan di lokasi itu. Setiap pagi, ia membuka lapaknya selama tiga jam untuk melayani pembeli sarapan dan pengemudi ojek daring.
Tapi sejak trotoar diperlebar, ia harus terbiasa dengan suasana berdebu dan sisa-sisa proyek yang menumpuk di sekitar tempatnya berjualan.
Sisa-sisa alat proyek pembangunan trotoar yang masih berserakan di dekat MRT Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (20/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Menurutnya, kondisi itu sudah berlangsung sekitar dua minggu.
"Belum pada datang lagi kan di sana masih perbaikan. Jadi mungkin malam kali ya pengerjaannya. Belum ini belum diberesin," sambungnya.
Sisa-sisa alat proyek pembangunan trotoar yang masih berserakan di dekat MRT Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (20/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Oca menjelaskan, pembongkaran got dimulai sejak September minggu ketiga, dan pengerjaannya berjalan hingga awal Oktober. Tapi, setelah sebagian selesai, area proyek dibiarkan tanpa pembersihan lanjutan.
"Aduh, berantakan banget, debunya aduh. Saya aja pakai masker, tapi ini mending kalau pas baru jadi, debunya tebal," katanya.
Sisa-sisa alat proyek pembangunan trotoar yang masih berserakan di dekat MRT Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (20/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Di sisi lain, bagi pengguna trotoar seperti Dinda (28), kondisi itu cukup mengganggu perjalanan sehari-hari menuju MRT Fatmawati.
"Iya, hampir tiap hari. Aku kerja di daerah Blok M, rumah di Pondok Labu, jadi biasanya naik MRT dari Fatmawati," ujar Dinda.
"Kayaknya baru dua mingguan deh. Tapi sisa-sisa proyeknya masih berantakan banget, banyak debu sama puing-puing gini," lanjutnya.
Sisa-sisa alat proyek pembangunan trotoar yang masih berserakan di dekat MRT Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (20/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Meski begitu, Dinda tetap menyambut baik pelebaran trotoar yang kini membuatnya lebih leluasa berjalan.
"Sebenernya senang sih trotoarnya sekarang jadi lebih lebar, tapi agak ganggu aja karena masih banyak yang belum dibersihin. Jadi kalau pagi tuh agak ngalangin juga kalau lagi buru-buru," tuturnya.
Ia tersenyum kecil, lalu menambahkan, "Bersyukur banget sih trotoarnya udah gede dan jadi bisa dipakai jalan dengan nyaman. Tapi debunya masih banyak. Sepatu kalo habis dicuci jadi kotor lagi," ucapnya.
Sisa-sisa alat proyek pembangunan trotoar yang masih berserakan di dekat MRT Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (20/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Baik Oca maupun Dinda berharap kawasan trotoar Fatmawati bisa segera dibereskan agar benar-benar nyaman digunakan.
"Harapan saya sih cepat diberesin, cepat dirapihin, terus ini yang masih berantakan apa sih alat-alatnya ya, diangkatlah gitu, dirapihin. Disemprot lebih enak nih disemprot," kata Oca.
Sisa-sisa alat proyek pembangunan trotoar yang masih berserakan di dekat MRT Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (20/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Dinda pun menimpali, "Paling pengin cepet diberesin aja biar nyaman dipakai. Kan sayang udah bagus tapi kotor gini," kata dia.
Kini, trotoar Fatmawati memang sudah lebih lebar, tapi wajah barunya belum sepenuhnya bersih dari sisa proyek. Di tengah debu dan karung yang masih berserakan, pejalan kaki tetap melangkah, berharap suatu pagi nanti jalur itu benar-benar jadi ruang nyaman untuk berjalan tanpa was-was.
Sisa-sisa alat proyek pembangunan trotoar yang masih berserakan di dekat MRT Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (20/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar