Search This Blog

Hantaman Sanksi Baru AS ke Rusia, Dua Raksasa Minyak Jadi Sasaran

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Hantaman Sanksi Baru AS ke Rusia, Dua Raksasa Minyak Jadi Sasaran
Oct 23rd 2025, 11:42 by kumparanNEWS

Menteri Keuangan AS Scott Bessent. Foto: VALENTIN FLAURAUD/AFP
Menteri Keuangan AS Scott Bessent. Foto: VALENTIN FLAURAUD/AFP

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjatuhkan sanksi terhadap dua perusahaan minyak raksasa asal Rusia, Rabu (22/10). Langkah ini diambil karena Washington menilai Presiden Rusia Vladimir Putin tidak jujur dalam pembicaraan damai terkait perang di Ukraina.

Pengumuman sanksi disampaikan oleh Menteri Keuangan AS, Scott Bessent. Keputusan itu keluar setelah rencana pertemuan antara Trump dan Putin di Hungaria dibatalkan akibat sikap Rusia yang enggan melanjutkan negosiasi damai setelah pertemuan di Alaska pada Agustus lalu.

"Mengingat penolakan Presiden Putin untuk mengakhiri perang yang tidak masuk akal ini, Kementerian Keuangan menjatuhkan sanksi kepada dua perusahaan minyak terbesar Rusia yang mendanai mesin perang Kremlin," kata Bessent dalam pernyataan tertulis yang dikutip dari AFP.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin setibanya untuk melakukan pertemuan terkait KTT AS-Rusia di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, Anchorage, Alaska, Jumat (15/8/2025). Foto: Andrew Caballero-Reynolds/AFP
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin setibanya untuk melakukan pertemuan terkait KTT AS-Rusia di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, Anchorage, Alaska, Jumat (15/8/2025). Foto: Andrew Caballero-Reynolds/AFP

Bessent menambahkan, Kementerian Keuangan sedang menyiapkan langkah tambahan bila dibutuhkan untuk mendukung upaya Presiden Trump mengakhiri perang tersebut.

Sebelum pengumuman resmi, Bessent sempat mengatakan dalam wawancara dengan Fox Business bahwa sanksi kali ini merupakan salah satu yang terbesar yang pernah dijatuhkan AS terhadap Rusia.

Dua perusahaan minyak yang menjadi target sanksi adalah Rosneft dan Lukoil. Pemerintah AS berharap, dengan langkah ini, pendanaan perang Rusia akan terganggu.
Serangan pesawat tak berawak di Rusia tidak menimbulkan korban tetapi memicu kehebohan keamanan saat perang dengan Ukraina memasuki tahun kedua minggu lalu. Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP
Serangan pesawat tak berawak di Rusia tidak menimbulkan korban tetapi memicu kehebohan keamanan saat perang dengan Ukraina memasuki tahun kedua minggu lalu. Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP

Selama berbulan-bulan, Trump sempat menolak menjatuhkan sanksi baru kepada Rusia, meski tekanan datang dari sejumlah anggota parlemen AS.

Trump sebelumnya berujar bahwa Putin telah sepakat untuk mengakhiri perang Ukraina yang telah berlangsung tiga tahun. Namun, kesabaran Trump habis enam hari setelah ia berbicara langsung dengan Putin melalui sambungan telepon.

Presiden Rusia Vladimir (ketiga dari kanan) mengunjungi kompleks bahan bakar Rosneft saat ia tiba untuk KTT Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Vladisvostok, Rusia 6 September 2012. Foto: Mikhail Klimentyev/Ria Novosti/AFP
Presiden Rusia Vladimir (ketiga dari kanan) mengunjungi kompleks bahan bakar Rosneft saat ia tiba untuk KTT Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Vladisvostok, Rusia 6 September 2012. Foto: Mikhail Klimentyev/Ria Novosti/AFP

"Presiden Putin tidak datang ke meja perundingan dengan jujur dan sikap terus terang seperti yang kami harapkan," kata Bessent.

Selain AS, pada Rabu ini Uni Eropa juga mengumumkan sanksi tambahan terhadap Rusia. Langkah itu mencakup larangan impor gas dari Rusia hingga 2027, memasukkan kapal tanker minyak Rusia ke daftar hitam, serta melarang diplomat Rusia bepergian ke wilayah Uni Eropa.

Media files:
01jv11zkeyrzmsqv7g6jr7ssst.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar