Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta pada Rabu (28/2/2023). Foto: Widya Islamiati/kumparan
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi memastikan beras yang disalurkan ke masyarakat berkualitas baik. Ia menegaskan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang disalurkan oleh Perum Bulog selalu dijaga kualitasnya melalui pemeriksaan rutin.
"Kami di Bapanas bersama Bulog, selalu memastikan bahwa beras baik yang disalurkan ke masyarakat. Upaya menjaga kualitas stok CBP yang disalurkan ke masyarakat konsisten terus diterapkan. Harus zero mistake kalau urusan kualitas beras untuk masyarakat," tegas Arief melalui keterangan tertulis, Rabu (8/10).
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan Bulog terus bekerja keras selama menyimpan stok CBP. Dengan penyerapan produksi dalam negeri yang telah tembus 3 juta ton, ia mengatakan harus dibarengi dengan berbagai upaya penjaminan kualitas sebelum stok disalurkan.
"Itu teman-teman di Bulog tidak kendur melaksanakan pemeliharaan secara rutin di gudang. Ini tentu agar dapat mengendalikan potensi turun mutu stok beras kita. Masyarakat harus mendapatkan beras Bulog yang kualitasnya baik," ujar Ketut.
Stok beras di Gudang Bulog Pekandangan Kabupaten Indramayu (31/5/2024). Foto: kumparan
Upaya pemeliharaan yang dilakukan Bulog meliputi pemeriksaan awal beras saat masuk ke gudang dan kualitas beras di gudang secara berkala. Kemudian dilakukan pula dengan memastikan sanitasi gudang dan spraying (penyemprotan) hingga fumigasi apabila ada indikasi serangan hama.
Dalam penyaluran ke masyarakat tetap memperhatikan kondisi riil kualitas beras yang apabila ditemukan penurunan mutu, tanpa menunggu lama, segera diterapkan tindakan seperti pemisahan dan reprocessing (pengolahan kembali). Bulog memastikan hanya beras layak konsumsi yang tersalurkan ke masyarakat.
Sampai 6 Oktober 2025, posisi stok beras di Bulog berada di angka total 3,89 juta ton yang terdiri dari CBP 3,83 juta ton dan komersial 56,6 ribu ton. Sumber stok berasal dari pengadaan dalam negeri dengan total 3,091 juta ton dengan realisasi penyaluran ke masyarakat melalui berbagai program di angka 870,8 ribu ton.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar