Search This Blog

DPR Minta OJK Percepat Aturan Rekening Dormant Usai Kasus Bobol Rp 204 Miliar

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
DPR Minta OJK Percepat Aturan Rekening Dormant Usai Kasus Bobol Rp 204 Miliar
Sep 27th 2025, 13:50 by kumparanBISNIS

Tumpukan uang senilai Rp 204 miliar dari para pelaku pembobolan rekening dormant saat ditampilkan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (25/9/2025). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Tumpukan uang senilai Rp 204 miliar dari para pelaku pembobolan rekening dormant saat ditampilkan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (25/9/2025). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Kasus pembobolan rekening dormant di salah satu bank BUMN yang menelan kerugian Rp 204 miliar mendapat perhatian dari Komisi XI DPR RI. Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Golkar, Puteri Komarudin, meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera mempercepat penerbitan regulasi terkait pengelolaan rekening dormant untuk mencegah kejadian serupa terulang.

"OJK sendiri menyebut akan segera mengeluarkan regulasi terkait pengaturan rekening dormant ini. Makanya, kami mendesak OJK untuk segera menuntaskan hal ini, apalagi, dengan terungkapnya kasus ini, tentu menjadi alarm bagi regulator untuk mengatur pengelolaan rekening dormant," ucap Puteri kepada kumparan, Sabtu (27/9).

Kasus rekening dormant bermula pada Juni 2025 ketika sindikat pembobol bank yang mengaku sebagai Satgas Perampasan Aset bertemu dengan AP, kepala cabang pembantu bank BUMN di Jawa Barat.

Puteri Komarudin, anggota DPR Komisi XI dari Golkar. Foto: Instagram/@puterikomarudin
Puteri Komarudin, anggota DPR Komisi XI dari Golkar. Foto: Instagram/@puterikomarudin

Menurut Dirtipid Eksus Bareskrim Polri Brigjen Helfi Assegaf, sindikat tersebut mengancam AP dan keluarganya hingga akhirnya mau bekerja sama. Dalam waktu 17 menit, uang Rp 204 miliar berhasil dipindahkan ke lima rekening melalui 42 transaksi.

Puteri menilai kejadian ini menjadi pengingat penting bagi industri perbankan untuk memperkuat sistem keamanan, khususnya dalam mengamankan rekening dormant yang rawan disalahgunakan.

"Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi industri perbankan untuk mempertebal sistem keamanan serta peringatan dini, terutama dari serangan siber yang terorganisir. Khususnya dalam mengamankan rekening dormant nasabah," ujarnya.

Dia menyebut kasus ini bisa berimbas pada menurunnya kepercayaan publik terhadap perbankan nasional, terlebih melibatkan oknum internal bank. "Sehingga, semakin menegaskan perlunya mitigasi risiko siber hingga pengawasan dan tata kelola yang lebih ketat," tambahnya.

Lebih lanjut, politisi Partai Golkar ini juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan dari sisi nasabah. Ia meminta masyarakat aktif memantau aktivitas rekeningnya secara berkala dan mengaktifkan fitur notifikasi transaksi. Dengan begitu, jika muncul aktivitas yang mencurigakan, laporan bisa segera disampaikan kepada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti.

Media files:
01k5zmpv8d1kgbx1acw49kz428.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar