Search This Blog

Disebut Jadi Penyebab Kasus MBG, Kenali Perbedaan Keracunan dan Alergi!

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Disebut Jadi Penyebab Kasus MBG, Kenali Perbedaan Keracunan dan Alergi!
Sep 27th 2025, 12:28 by kumparanMOM

Siswa korban keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) menjalani perawatan medis di Posko Penanganan di Kantor Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (23/9/2025). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTO
Siswa korban keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) menjalani perawatan medis di Posko Penanganan di Kantor Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (23/9/2025). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTO

Keracunan makan bergizi gratis (MBG) di berbagai daerah menuai keprihatinan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Sebab, korban keracunan telah menembus angka lebih dari 5.000 pelajar, dan bahkan beberapa di antaranya sampai harus dirawat inap untuk perawatan lebih lanjut.

Pertanyaannya adalah: apa yang menjadi penyebab terjadinya keracunan MBG massal ini?

Badan Gizi Nasional beberapa waktu lalu sempat menjelaskan terdapat dua kemungkinan penyebab kasus keracunan, yaitu alergi dan keracunan. Tetapi, kedua hal ini sebenarnya kondisi berbeda, Moms.

IDAI Beri Penjelasan Perbedaan Keracunan dan Alergi

Ketua Unit Kerja Koordinasi Emergensi dan Terapi Intensif Anak IDAI, dr. Yogi Prawira, SpA(K) menjelaskan, alergi merupakan reaksi sistem imun terhadap protein tertentu di dalam makanan, yang menurut tubuh orang tersebut dianggap berbahaya. Alergi sifatnya individual, artinya hanya dialami oleh anak-anak tertentu yang memang sebelumnya sudah memiliki riwayat sensitivitas terhadap makanan atau protein tertentu.

Ilustrasi Anak Alergi Foto: Shutterstock
Ilustrasi Anak Alergi Foto: Shutterstock

Sementara keracunan adalah penyakit yang disebabkan oleh mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi bakteri atau racun, parasit, virus, maupun bahan kimia.

"Jika individu lain yang tidak memiliki alergi, [MBG] akan aman-aman saja. Tetapi pada keracunan, bisa menyerang siapa saja yang mengonsumsi makanan dan minuman tercemar. Sehingga, kalau penyedia makanan-minuman ini massal, maka yang terkena juga pasti massal," tutur dr. Yogi dalam webinar yang diselenggarakan IDAI, Kamis (25/9).

Selain penyebab dan orang-orang yang bisa terkena alergi atau keracunan, berikut perbedaan lainnya sesuai pemaparan IDAI:

Kemunculan Gejala

  • Keracunan: Muncul dalam beberapa jam hingga 1-2 hari setelah konsumsi makanan yang tercemar

  • Alergi: Gejala muncul lebih cepat, dalam hitungan menit hingga beberapa jam setelah mengonsumsi makanan pemicu

Gejala Utama

  • Keracunan: Mual, muntah, diare, sakit perut, demam, terkadang disertai pusing

  • Alergi: Gatal, bengkak pada bibir atau kelopak mata, biduran, sesak napas, hingga penurunan kesadaran

Mekanisme

  • Keracunan: Akibat infeksi atau toksin yang menyerang saluran pencernaan

  • Alergi: Reaksi imun (IgE mediated) terhadap protein makanan tertentu

Penularan

  • Keracunan: Bisa menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) karena satu sumber makanan bisa mencemari banyak orang

  • Alergi: Tidak menular, hanya individu tertentu yang alergi yang akan bereaksi

"Sebagian besar kasus keracunan makanan tidak mematikan. Namun, beberapa kasus diperlukan rawat inap," tutur dr. Yogi.

Di sisi lain, keracunan makanan yang berat juga bisa menyebabkan berbagai komplikasi, seperti gangguan ginjal, peradangan pada sendi, hingga gangguan pada otak dan saraf, Moms.

Media files:
01k5t96as0bmbpd15atg891zsv.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar