Siswa korban keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) menjalani perawatan medis di Posko Penanganan di Kantor Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (23/9/2025). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTO
Keracunan makan bergizi gratis (MBG) di berbagai daerah menuai keprihatinan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Sebab, korban keracunan telah menembus angka lebih dari 5.000 pelajar, dan bahkan beberapa di antaranya sampai harus dirawat inap untuk perawatan lebih lanjut.
Pertanyaannya adalah: apa yang menjadi penyebab terjadinya keracunan MBG massal ini?
Badan Gizi Nasional beberapa waktu lalu sempat menjelaskan terdapat dua kemungkinan penyebab kasus keracunan, yaitu alergi dan keracunan. Tetapi, kedua hal ini sebenarnya kondisi berbeda, Moms.
IDAI Beri Penjelasan Perbedaan Keracunan dan Alergi
Ketua Unit Kerja Koordinasi Emergensi dan Terapi Intensif Anak IDAI, dr. Yogi Prawira, SpA(K) menjelaskan, alergi merupakan reaksi sistem imun terhadap protein tertentu di dalam makanan, yang menurut tubuh orang tersebut dianggap berbahaya. Alergi sifatnya individual, artinya hanya dialami oleh anak-anak tertentu yang memang sebelumnya sudah memiliki riwayat sensitivitas terhadap makanan atau protein tertentu.
Ilustrasi Anak Alergi Foto: Shutterstock
Sementara keracunan adalah penyakit yang disebabkan oleh mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi bakteri atau racun, parasit, virus, maupun bahan kimia.
"Jika individu lain yang tidak memiliki alergi, [MBG] akan aman-aman saja. Tetapi pada keracunan, bisa menyerang siapa saja yang mengonsumsi makanan dan minuman tercemar. Sehingga, kalau penyedia makanan-minuman ini massal, maka yang terkena juga pasti massal," tutur dr. Yogi dalam webinar yang diselenggarakan IDAI, Kamis (25/9).
Selain penyebab dan orang-orang yang bisa terkena alergi atau keracunan, berikut perbedaan lainnya sesuai pemaparan IDAI:
Kemunculan Gejala
Keracunan: Muncul dalam beberapa jam hingga 1-2 hari setelah konsumsi makanan yang tercemar
Alergi: Gejala muncul lebih cepat, dalam hitungan menit hingga beberapa jam setelah mengonsumsi makanan pemicu
Gejala Utama
Keracunan: Mual, muntah, diare, sakit perut, demam, terkadang disertai pusing
Alergi: Gatal, bengkak pada bibir atau kelopak mata, biduran, sesak napas, hingga penurunan kesadaran
Mekanisme
Keracunan: Akibat infeksi atau toksin yang menyerang saluran pencernaan
Alergi: Reaksi imun (IgE mediated) terhadap protein makanan tertentu
Penularan
Keracunan: Bisa menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) karena satu sumber makanan bisa mencemari banyak orang
Alergi: Tidak menular, hanya individu tertentu yang alergi yang akan bereaksi
"Sebagian besar kasus keracunan makanan tidak mematikan. Namun, beberapa kasus diperlukan rawat inap," tutur dr. Yogi.
Di sisi lain, keracunan makanan yang berat juga bisa menyebabkan berbagai komplikasi, seperti gangguan ginjal, peradangan pada sendi, hingga gangguan pada otak dan saraf, Moms.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar