Search This Blog

Tarif Impor AS Mulai Berlaku Pekan Depan, DIY Jajaki Potensi Pasar Eropa

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Tarif Impor AS Mulai Berlaku Pekan Depan, DIY Jajaki Potensi Pasar Eropa
Aug 2nd 2025, 13:40 by Pandangan Jogja

Ilustrasi kontainer ekspor di pelabuhan. Foto: Pixabay
Ilustrasi kontainer ekspor di pelabuhan. Foto: Pixabay

Amerika Serikat akan memberlakukan tarif impor baru sebesar 19 persen terhadap sejumlah produk asal Indonesia mulai 7 Agustus 2025. Padahal, negara tersebut menjadi tujuan utama ekspor Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sepanjang semester pertama tahun ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat nilai ekspor DIY ke Amerika Serikat pada Juni 2025 mencapai 113,85 juta dolar AS atau berkontribusi 42,13 persen terhadap total ekspor daerah.

Kepala Dinas Perdagangan (Disperindag) DIY, Yuna Pancawati, menjelaskan bahwa tarif baru itu belum berlaku pada semester pertama 2025.

"Masih menggunakan tarif lama, antara 0–5 persen," kata Yuna saat dihubungi Pandangan Jogja, Jumat (1/8).

Menanggapi kebijakan tersebut, Disperindag DIY mulai menjajaki potensi pasar ekspor baru di kawasan Eropa. Kerja sama dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjadi salah satu langkah yang disiapkan.

"Mungkin pasar bisa diarahkan ke Eropa. Agar pasar ke sana, mungkin kerja sama dengan Kemendag," ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan (Disperindag) DIY, Yuna Pancawati. Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti
Kepala Dinas Perdagangan (Disperindag) DIY, Yuna Pancawati. Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti

Menurut Yuna, kerja sama itu dapat diwujudkan melalui kegiatan seperti business pitching dan business matching yang difasilitasi oleh Kemendag, mengingat kementerian tersebut memiliki perwakilan perdagangan di sejumlah negara.

"Seperti yang akan kita lakukan minggu depan melalui acara Jogja Fashion Week. Akan ada business pitching dengan Perwakilan Perdagangan di Milan," jelasnya.

Selain Amerika Serikat, negara tujuan ekspor terbesar DIY meliputi Jerman, Jepang, dan Australia. Disperindag juga terus berkoordinasi dengan pelaku ekspor lokal untuk merespons dinamika pasar global.

Ekspor DIY Masih Tumbuh

Yuna menyebut kinerja ekspor DIY tetap menunjukkan tren positif dalam dua tahun terakhir.

"Ekspor DIY bulan Januari–Juni naik 9,84 persen dibandingkan tahun 2024, dan naik sekitar 10,57 persen dibandingkan tahun 2023," ungkapnya.

Ia menilai ketahanan ekspor DIY ditopang oleh kualitas produk yang memenuhi permintaan luar negeri, ketangguhan eksportir dalam menghadapi tantangan, dan ekosistem ekspor yang semakin terbentuk.

"Ekosistem ekspor yang mulai terbangun sehingga eksportir bisa memenuhi permintaan pasar baik dari sisi kuantitas dan kualitas, serta upaya pemerintah baik Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat dalam memfasilitasi dan memberikan dukungan kelancaran kegiatan ekspor," tuturnya.

Media files:
01k1mr10bvdb959jv8tnd5f5wp.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar