Search This Blog

Putin Ingin Perdamaian Abadi di Ukraina, tapi Tetap Ingin Tujuan Perang Tercapai

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Putin Ingin Perdamaian Abadi di Ukraina, tapi Tetap Ingin Tujuan Perang Tercapai
Aug 2nd 2025, 12:56 by kumparanNEWS

Presiden Rusia Vladimir Putin berjabat menyaksikan parade militer Hari Kemenangan ke-77 di Lapangan Merah, Moskow, Rusia, Senin (9/5/2022). Foto: Sputnik/Mikhail Metzel/Pool via REUTERS
Presiden Rusia Vladimir Putin berjabat menyaksikan parade militer Hari Kemenangan ke-77 di Lapangan Merah, Moskow, Rusia, Senin (9/5/2022). Foto: Sputnik/Mikhail Metzel/Pool via REUTERS

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan ingin perdamaian abadi di Ukraina. Dia menjamin fondasi perdamaian di kedua negara.

"Kita membutuhkan perdamaian yang abadi dan stabil di atas fondasi yang kokoh yang akan memuaskan Rusia dan Ukraina, dan akan menjamin keamanan kedua negara," kata Putin kepada para wartawan, dikutip dari AFP, Sabtu (2/8).

Namun, sikap Putin terhadap perang di Ukraina tidak berubah. Dia menegaskan tetap ingin mencapai tujuan perang, yaitu meminta Ukraina secara efektif menyerahkan kendali atas 4 wilayah yang diklaim Moskow telah dianeksasi.

"Persyaratan tentu saja tetap sama," sambungnya.

Ukraina konsisten menyatakan tidak akan melepaskan Luhansk, Donetsk, Kherson dan Zaporizhzhia. Mereka meminta Barat utamanya AS untuk mengirimkan lebih banyak senjata bagi pasukannya guna menahan serangan harian Rusia, dan menjatuhkan lebih banyak sanksi kepada Rusia dan mitra dagangnya.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berpidato pada sesi ke-79 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, 25 September 2024, di markas besar PBB. Foto: Julia Demaree Nikhinson/AP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berpidato pada sesi ke-79 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, 25 September 2024, di markas besar PBB. Foto: Julia Demaree Nikhinson/AP

Kini, Rusia tengah menghadapi ultimatum 10 hari sejak awal pekan ini dari AS untuk menghentikan pertempuran dengan Ukraina. Putin berulang kali menolak ultimatum.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga mendesak pertemuan dengan Putin untuk mengakhiri konflik dan mengusulkan perundingan tingkat tinggi pada akhir Agustus.

"Kami memahami siapa yang membuat keputusan di Rusia dan siapa yang harus mengakhiri perang ini," ujarnya di media sosial pada Jumat (1/8) lalu.

Ia juga menyatakan negaranya siap bertemu Putin di level pemimpin kapan saja.

Rudal nuklir disiapkan di perbatasan Ukraina

Anggota militer Rusia menutupi sistem rudal balistik antarbenua Yars dengan jaring kamuflase selama latihan di lokasi yang dirahasiakan di Rusia, Jumat (5/7/2024). Foto: Kementerian Pertahanan Rusia/via REUTERS
Anggota militer Rusia menutupi sistem rudal balistik antarbenua Yars dengan jaring kamuflase selama latihan di lokasi yang dirahasiakan di Rusia, Jumat (5/7/2024). Foto: Kementerian Pertahanan Rusia/via REUTERS

Putin sebelumnya berbicara dengan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko. Dia mengatakan Moskow telah mulai memproduksi massal Oreshnik -- rudal berkemampuan nuklir hipersonik.

Rudal itu sempat digunakan untuk menyerang kota Dnipro di Ukraina tengah tahun lalu sebelum mengumumkan kemungkinan penempatan rudal tersebut di Belarusia, sekutu dekatnya.

"Spesialis kami, baik spesialis militer Belarusia maupun spesialis Rusia, telah memilih tempat untuk posisi-posisi mendatang," kata Putin.

"Pekerjaan saat ini sedang dilakukan untuk mempersiapkan posisi-posisi ini. Jadi, kemungkinan besar kami akan menyelesaikan masalah ini pada akhir tahun," tambahnya.

Selama sebulan terakhir, Al Jazeera melaporkan Rusia telah mengerahkan 3.800 drone dan hampir 260 rudal untuk menyerang Ukraina.

Media files:
0180a8055b6c22c92f98f233f938297e.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar