Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjawab pertanyaan wartawan saat berkunjung ke lokasi Institut Sains Weizmann yang dihantam rudal Iran di Rehovot, Israel, Jumat (20/6/2025). Foto: Jack Guez/Pool via Reuters
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Kamis (7/8) menegaskan, Israel akan mengendalikan penuh Gaza secara militer. Pernyataan Netanyahu terlontar meski ada penolakan dari dalam mau pun luar negeri.
"Kami menginginkan itu," kata Netanyahu saat diwawancarai di saluran Fox News mengenai rencananya merebut Gaza, seperti dikutip dari Reuters.
"Kami tidak ingin mempertahankannya. Kami ingin memiliki perimeter keamanan. Kami tidak ingin memerintahnya. Kami tidak ingin berada di sana sebagai badan pemerintahan," sambung dia.
Tentara Israel beroperasi, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas, di lokasi yang disebutkan sebagai Rumah Sakit Nasser di Gaza. Foto: Pasukan Pertahanan Israel/Handout via REUTERS
Netanyahu kemudian menyebut untuk pemerintahan di sana Israel akan menyerahkan kepada kekuatan di Arab. Pemimpin Israel itu tidak membeberkan dengan jelas perihal pasukan Arab tersebut.
Wawancara Fox News dilakukan Netanyahu jelang pertemuannya dengan pejabat militer Israel. Mereka akan membahas rencana bagaimana cara militer Israel menguasai Gaza.
Sebelumnya media Axios melaporkan bahwa militer Israel sepakat dengan proposal menduduki kota-kota di Gaza.
Seorang sumber kepada kantor berita Reuters menyebut, sejumlah penduduk di Gaza akan dievakuasi militer Israel. Proses evakuasi akan dimulai dalam beberapa pekan.
Gaza saat ini berada dalam kendali pemerintahan sendiri di bawah Hamas. Pada 2005 Israel menarik mundur semua warga dan tentaranya dari Gaza. Akan tetapi Israel mempertahankan kendali terhadap perbatasan hingga wilayah udara.
Adapun terkait rencana terbaru Netanyahu, Hamas naik pitam. Mereka menyatakan rencana tersebut adalah kudeta terhadap negosiasi gencatan senjata.
"Rencana Netanyahu untuk memperluas agresi menegaskan tanpa keraguan bahwa ia berusaha menyingkirkan tawanannya dan mengorbankan mereka," kata pernyataan resmi Hamas.
Pejabat Hamas Osama Hamdan pada kesempatan terpisah menegaskan, mereka akan menganggap setiap kekuatan atau kelompok yang mencoba menguasai Gaza sebagai penjajah.
Yordania turut angkat bicara mengenai rencana Netanyahu. Pemerintah Yordania menyebut keamanan di Gaza seharusnya dijalankan oleh lembaga-lembaga sah dari Palestina.
"Negara-negara Arab cuma akan mendukung apa disetujui atau diputuskan Palestina," kata pejabat Pemerintah Yordania.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar