Search This Blog

Jaga Stabilitas Rasa & Mutu, Kopi Indonesia Siap Jadi Primadona di Pasar Jepang

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Jaga Stabilitas Rasa & Mutu, Kopi Indonesia Siap Jadi Primadona di Pasar Jepang
Aug 2nd 2025, 10:15 by kumparanFOOD

Forum 'Global Coffee Market Insight 2025, From Indonesia to Japan, for the World' di Paviliun Indonesia, World Expo Osaka, Jepang, pada Jumat (1/8).  Foto: Dok. Istimewa
Forum 'Global Coffee Market Insight 2025, From Indonesia to Japan, for the World' di Paviliun Indonesia, World Expo Osaka, Jepang, pada Jumat (1/8). Foto: Dok. Istimewa

Kopi Indonesia terus menembus pasar global. Sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia, Indonesia memiliki peluang besar untuk kembali menempatkan diri sebagai pemain kunci dalam rantai pasok global, termasuk di Jepang.

Jenis Kopi Indonesia yang beragam menambah pilihan bagi pasar global. Misalnya Kopi Sumatera (Mandailing, Gayo, Lintong) memberi pilihan konsumen global mendapatkan sensasi rasa earthy, spicy, kadang ada hint herbal atau cokelat.

Kemudian, Kopi Jawa memberi rasa seimbang, ada nutty dan kadang fruity. Kopi Sulawesi (Toraja, Kalosi) memberi cita rasa kompleks, earthy, ada rasa rempah dan sedikit fruity. Kopi Bali (Kintamani) memberi rasa lebih ringan, fruity, citrusy karena sering ditanam berdampingan dengan tanaman buah. Serta, Kopi Flores dan Papua yang cenderung floral, fruity, kadang winey, dengan after taste bersih.

Keberagaman jenis Kopi Indonesia ini bisa meningkatkan kekuatan di pasar ekspor. Sebagai bagian dari inisiatif strategisnya, Yayasan Pendidikan Pengembangan Perkopian Indonesia (KAPPI) secara aktif menggagas dialog lintas negara untuk membangun kembali kekuatan kopi Indonesia di pasar ekspor.

Salah satu langkah konkret diwujudkan dalam penyelenggaraan forum internasional bertajuk "Global Coffee Market Insight 2025 : From Indonesia to Japan, for the World" di Paviliun Indonesia, World Expo Osaka, Jepang, pada Jumat (1/8).

Ilustrasi Kopi Indonesia.  Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Ilustrasi Kopi Indonesia. Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Forum ini menjadi titik temu penting antara pakar global, pelaku industri dan pemangku kebijakan dalam meninjau ulang posisi kopi Indonesia.

Salah satu pembicara utama dalam forum ini adalah Judith Ganes, analis komoditas ternama asal New York yang telah lebih dari dua dekade memimpin J. Ganes Consulting. Ia dikenal luas sebagai sumber rujukan tepercaya perusahaan-perusahaan besar, lembaga keuangan dan pengambil kebijakan di industri kopi global.

Kehadirannya dalam forum ini memberikan bobot strategis, terutama karena ia menyajikan analisis langsung dari lapangan setelah mengunjungi beberapa kebun kopi di Indonesia.

"Kunjungan saya ke perkebunan di Sekincau, Lampung dan Warnasari, Jawa Barat, menunjukkan Indonesia memiliki potensi luar biasa bukan hanya dari sisi varietas dan kualitas, tetapi juga karena keterlibatan komunitas yang kuat dan kehadiran generasi muda petani yang menjanjikan," ungkap Ganes.

Ia menekankan di tengah gejolak harga dan tekanan global, negara produsen yang mampu menghadirkan kualitas, cerita dan keberlanjutan akan tetap relevan di pasar dunia. Menurutnya, Indonesia sedang membangun fondasi yang tepat untuk itu.

Ilustrasi biji kopi asal Indonesia Foto: Dok. Kemenparekraf
Ilustrasi biji kopi asal Indonesia Foto: Dok. Kemenparekraf

Yayasan KAPPI menegaskan pendekatannya yang berorientasi pada edukasi, regenerasi petani, peningkatan kualitas dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Strategi ini diyakini dapat menjawab tantangan sistemik dan sekaligus membuka kembali peluang pasar ekspor bernilai tinggi.

Masataka Nakano dari Key Coffee Inc., menyampaikan konsumen Jepang sangat sensitif terhadap stabilitas rasa dan mutu. Menurutnya, Kopi Indonesia yang mampu menjaga konsistensi kualitas akan mendapat tempat khusus di pasar Jepang.

Pernyataan ini juga mencerminkan komitmen Key Coffee yang telah menjalin hubungan jangka panjang dengan Indonesia melalui PT. Toarco Jaya sejak 1976 di Toraja.

Kopi dan Diplomasi

Dari sisi diplomatik, Dody S. Sembodo Kusumonegoro selaku Minister Counsellor KJRI Osaka, menekankan kopi telah menjadi medium penting dalam diplomasi budaya Indonesia.

"Hubungan Indonesia-Jepang dalam kopi adalah kisah panjang yang menyatukan budaya, rasa dan nilai. Lewat forum ini, kita membuka kembali dialog strategis yang akan menguatkan posisi kopi Indonesia di hati masyarakat Jepang," ujarnya.

Roby Wibisono, perwakilan resmi KAPPI, menambahkan visi besar organisasi ini adalah membentuk komunitas kopi Indonesia yang berpengetahuan dan berdaya.

"Kami percaya bahwa masa depan kopi Indonesia bergantung pada generasi baru petani dan profesional kopi yang tumbuh bersama dari kebun hingga kafe, dari produsen hingga konsumen. Dengan riset, pelatihan dan penguatan standar mutu, kita tidak hanya membentuk masa depan kopi Indonesia, tapi mendefinisikannya untuk dunia," jelas Roby.

Media files:
v8vv1gg3irh7uwvzagep.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar