Search This Blog

Israel Masih Gempur Gaza: Bunuh 79 Warga, Kebanyakan Dekat Distribusi Bantuan

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Israel Masih Gempur Gaza: Bunuh 79 Warga, Kebanyakan Dekat Distribusi Bantuan
Jun 15th 2025, 14:28 by kumparanNEWS

Warga Palestina mengendarai gerobak yang ditarik keledai saat menerima pasokan bantuan dari yayasan kemanusiaan Gaza di Jalur Gaza Tengah, Kamis (29/5/2025). Foto: Ramadan Abed/REUTERS
Warga Palestina mengendarai gerobak yang ditarik keledai saat menerima pasokan bantuan dari yayasan kemanusiaan Gaza di Jalur Gaza Tengah, Kamis (29/5/2025). Foto: Ramadan Abed/REUTERS

Timur Tengah memanas, dan Israel masih melancarkan serangan di Gaza. Sedikitnya 79 warga Palestina tewas akibat tembakan dan serangan udara pasukan Israel di Jalur Gaza pada Sabtu (14/6).

Mayoritas korban dilaporkan berada di sekitar lokasi distribusi bantuan yang dikelola Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), lembaga yang didukung Amerika Serikat dan Israel.

Tim medis di Rumah Sakit Al-Awda dan Al-Aqsa menyatakan 15 korban tewas saat mendekati titik distribusi bantuan GHF di dekat Koridor Netzarim, wilayah yang kini sering disebut warga sebagai "lokasi eksekusi".

"Orang-orang kehabisan pilihan, dan mereka terpaksa melakukan perjalanan ke tempat-tempat kemanusiaan yang berbahaya ini untuk mendapatkan bantuan," ujar seorang jurnalis lokal di Deir el-Balah kepada Al Jazeera.

Belum ada pernyataan resmi dari militer Israel dan GHF mengenai peristiwa ini, namun GHF menghentikan operasinya sejak Sabtu.

Meski demikian ribuan warga tetap berkumpul karena akses pangan masih sangat terbatas setelah 15 minggu blokade Israel.

Warga Palestina membawa karung-karung tepung saat menyerbu gudang program Pangan Dunia PBB di Zawaida, Jalur Gaza Tengah, Rabu (28/5/2025). Foto: Abdel Kareem Hana/AP PHOTO
Warga Palestina membawa karung-karung tepung saat menyerbu gudang program Pangan Dunia PBB di Zawaida, Jalur Gaza Tengah, Rabu (28/5/2025). Foto: Abdel Kareem Hana/AP PHOTO

Sejak GHF mulai membagikan bantuan pada akhir Mei, lebih dari 270 orang dilaporkan tewas dan 2.000 lainnya luka-luka di sekitar lokasi distribusi.

GHF dipimpin oleh Johnnie Moore, mantan penasihat kampanye Donald Trump.

Model distribusi bantuan yang diawasi lembaga ini dipandang tidak netral oleh sejumlah lembaga kemanusiaan dan PBB. Israel dan AS menuding Hamas menyalahgunakan bantuan PBB, meski tidak menyertakan bukti.

Israel juga mengakui telah mendukung kelompok bersenjata kriminal di Gaza untuk melemahkan Hamas.

Kelompok-kelompok ini dituduh menjarah bantuan dan memperparah kekacauan distribusi.

Sementara itu, militer Israel menginstruksikan penduduk Khan Younis serta kota-kota Abasan dan Bani Suheila untuk mengungsi ke barat, menuju zona kemanusiaan yang ditentukan.

Mereka akan melanjutkan operasi terhadap kelompok bersenjata di wilayah tersebut.

Dua warga Palestina menangis di depan jenazah kepada korban serangan Israel di rumah sakit Al-Shifa, Gaza, Sabtu (7/6/2025). Foto: Mahmoud Issa/REUTERS
Dua warga Palestina menangis di depan jenazah kepada korban serangan Israel di rumah sakit Al-Shifa, Gaza, Sabtu (7/6/2025). Foto: Mahmoud Issa/REUTERS

Menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), lebih dari 80 persen wilayah Gaza kini berada di bawah status militerisasi atau pengungsian paksa.

Diperkirakan 665 ribu orang kembali mengungsi sejak gencatan senjata dilanggar pada Februari lalu.

Perang Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 55 ribu warga Palestina, sebagian besarnya merupakan warga sipil.

Wilayah tersebut kini luluh lantak. Lebih dari dua juta penduduk menghadapi kelangkaan pangan dan layanan dasar.

Upaya diplomatik dari AS, Mesir, dan Qatar untuk mengembalikan gencatan senjata belum membuahkan hasil.

Israel dan Hamas masih bertahan pada tuntutan utama masing-masing. Israel belum menyatakan kesediaan untuk menghentikan operasi militer secara permanen.

Media files:
01jwsvm21cs8334cv2jbhny5ty.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar