Rudal yang diluncurkan dari Iran ke arah Israel terlihat dari Hebron, di Tepi Barat yang diduduki Israel, di tengah konflik Iran-Israel, Selasa (24/6/2025). Foto: Mussa Qawasma/REUTERS
Dalam 2 jam terakhir, Israel mengeluarkan 5 kali peringatan serangan peluru kendali (rudal) yang ditembakkan dari Iran. Dikutip dari Al Jazeera, Selasa (24/6), warga kembali diminta untuk segera berlindung di tempat perlindungan.
"Sistem pertahanan sedang berupaya mencegat ancaman. Anda harus memasuki area yang dilindungi setelah menerima peringatan, dan tetap berada di sana sampai pemberitahuan lebih lanjut," kata peringatan pemerintah Israel yang diunggah di X.
Dalam 2 peringatan pertama, Israel mengungkapkan, mendeteksi rudal yang diarahkan ke wilayah selatan Israel. Layanan ambulans mengatakan 3 orang dalam kondisi kritis dan 5 lainnya menderita luka ringan.
Israel kemudian menyatakan 3 orang tewas dalam serangan rudal yang menghantam bangunan hunian di kota Beer Sheva.
Ilustrasi peta Iran dan Israel. Foto: Shutterstock
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu masih tutup mulut terkait kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Iran yang diumumkan Presiden AS Donald Trump pada Senin (22/6) waktu AS.
Berdasarkan laporan The Jerusalem Post, Netanyahu menggelar rapat Kabinet Keamanan yang berlangsung hingga Selasa (23/6) pagi waktu setempat.
Netanyahu bahkan dilaporkan memerintahkan menterinya untuk tidak membuat pernyataan ke publik.Peta Iran dengan Qatar. Foto: (Peter Hermes Furian)/Shutterstock
Sementara, Iran menyatakan akan menghentikan serangannya ke Israel jika Israel lebih dulu menghentikan serangannya ke Iran.
Situasi di Timur Tengah semakin panas setelah AS menyerang 3 situs nuklir Iran. Iran kemudian membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di Qatar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar