Asap debu putih yang keluar dari cerobong pabrik PT Semen Baturaja. (dok ist)
Warga Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), resah akibat adanya dugaan pencemaran udara berupa debu putih yang keluar dari cerobong pabrik PT Semen Baturaja (SMBR) sejak Jumat sore, 25 Mei 2025.
Seperti diakui Wen, warga Sekajadi yang tinggal berdekatan dengan pabrik mengaku debu tersebut jatuh dan bertebaran di pemukiman mereka.
"Kemarin mobil saya kotor dipenuhi debu, saya menduga itu disebabkan debu dari pabrik Semen Baturaja," katanya.
Pemerhati lingkungan OKU, Bowo Sunarso, menyayangkan kejadian tersebut. Menurutnya, peristiwa tersebut selain mencemari udara juga dapat berdampak buruk terhadap masyarakat.
"Kejadian ini seharusnya tidak perlu terjadi lagi, jelas itu merupakan kelalaian yang sangat merugikan kesehatan masyarakat banyak," katanya.
Terpisah, Humas PT Semen Baturaja, Aprizal, menyebut peristiwa keluarnya debu dari cerobong pabrik itu karena perasaan sedang start up Pabrik Baturaja 1.
"PBR 1 dicoba dihidupkan lagi dan kami menyadari bahwa dalam proses awal ini sempat terjadi gangguan teknis yang menyebabkan munculnya asap debu dan berdampak sementara bagi masyarakat sekitar pabrik," katanya.
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Saat ini, tim teknis kami telah melakukan evaluasi menyeluruh dan langkah-langkah perbaikan untuk memastikan agar proses selanjutnya berjalan lebih stabil dan tidak menimbulkan gangguan lingkungan," jelasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar