Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/8/2023). Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin curhat di depan Komisi IX DPR RI mengenai gaya komunikasinya yang kerap kali disalahartikan dan salah dipersepsikan oleh publik.
Awalnya saat rapat kerja bersama Kementerian Kesehatan, Budi sempat ditanya oleh para anggota dewan. Salah satu Legislator yang menyoroti gaya komunikasinya adalah Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Nasdem Nurhadi.
"Saya langsung ke Pak Menteri Kesehatan. Nah ini Pak, beberapa akhir ini, hari ini, Pak Menteri jadi sorotan Pak. Kaitannya, saya menyoroti kaitannya dengan cara komunikasi Pak Menteri yang kurang wise, kurang bijaksana Pak," ujar Nurhadi dikutip dari Youtube TV Parlemen, Selasa (27/5).
Anggota Komisi IX dari Fraksi NasDem Nurhadi saat rapat kerja (Raker) Komisi IX DPR RI dengan Menkes, DSJN, Dirut BPJS Kesehatan, Persi, ARSSI, Arsada, dan Apkesmi. Foto: Youtube/ TVR Parlemen
Nurhadi pun menyoroti pernyataan terakhir Budi soal orang dengan lingkar pinggang besar dan kaitannya dengan lemak visceral yang menarik atensi publik.
"Yang pertama, Bapak menyampaikan orang yang punya ukuran lingkar pinggang di atas 33 cm itu akan cepat menghadap Allah Pak. Saya kira ini kok tidak… maksudnya Bapak levelnya Menteri harusnya enggak bicara seperti ini Pak," kata Nurhadi.
Begitu juga pernyataan Budi Gunadi yang menyebut orang dengan penghasilan Rp 15 juta lebih pintar dan sehat dari yang berpenghasilan Rp 5 juta.
"Pak Menteri perlu tahu Pak, kalau di kami Pak, di Kabupaten Blitar, di desa Pak, orang dengan pendapatan Rp 5 juta itu sudah sejahtera Pak. Sayur enggak beli, lauk enggak beli Pak, mungkin belinya hanya beras, itu sudah sejahtera," tambah dia.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/8/2023). Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Menjawab pernyataan Nurhadi, Budi pun menjelaskan bahwa ia awalnya tidak bermaksud menyinggung masyarakat.
"Ya, mengenai komunikasi ya memang apa yang saya omongin sekarang salah semua ya. Niatnya sebenarnya baik," kata Budi.
Budi mengatakan, niatnya mengutarakan pernyataan itu baik. Ia ingin masyarakat sadar pentingnya menjaga kesehatan.
Begitu juga dengan pernyataan soal penghasilan Rp 15 juta. Budi mengatakan, yang dimaksud sebenarnya bila ingin jadi negara maju, secara definisi world bank, rata-rata pendapatan per kapitanya harus Rp 15 juta.
"Nah cuma memang sekarang apa pun yang saya omongin dipotong dan disebarkannya begitu. Saya enggak ngerti juga apa yang terjadi dengan diri saya gitu ya," kata Budi.
"Tapi kalau memperbaiki cara komunikasi, saya akan berusaha selalu memperbaiki cara komunikasi saya, dan semua masukkan welcome," tuturnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar