Search This Blog

Gubernur BI: Sekarang Pengamen Keliling Saja Pakai QRIS, Termasuk di DIY

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Gubernur BI: Sekarang Pengamen Keliling Saja Pakai QRIS, Termasuk di DIY
May 17th 2025, 14:45 by Pandangan Jogja

Gubenur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Gubenur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyebut Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai salah satu daerah pelopor dalam digitalisasi sistem pembayaran dan pengendalian inflasi. DIY dinilai termasuk yang tercepat dalam implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

"Provinsi DIY salah satu pelopor untuk digitalisasi QRIS, termasuk yang tercepat," kata Perry dalam acara pengukuhan Kepala Kantor Perwakilan BI DIY di Kantor BI DIY, Jumat (16/5).

Perry menambahkan, dengan sistem QRIS dan BI-FAST, para pelaku usaha di DIY kini dapat menerima pembayaran secara langsung tanpa jeda dua hari, bahkan untuk transaksi di bawah Rp250 ribu tidak dikenakan biaya.

"Banyak daerah, tukang ngamen aja, tukang mie godok, muter-muter aja pakai QRIS. Dibayar duit nggak mau, lebih suka dibayar QRIS daripada duit. Itu cepat sekali, termasuk DIY ini sangat-sangat jelas dengan QRIS," ujarnya.

Selain digitalisasi, Perry juga menyebut DIY berhasil dalam upaya pengendalian inflasi, terutama inflasi pangan. Menurutnya, Pemerintah Daerah DIY telah sejak awal aktif mendukung pengendalian harga, khususnya harga kebutuhan pokok.

"DIY sebagai pelopor pengendalian inflasi. Pada tahun-tahun awal, Ngarsa Dalem (Gubernur DIY) mendukung kami mengendalikan harga-harga, khususnya harga pangan di berbagai daerah. Karena beliau paham betul, rakyat tidak akan sejahtera kalau harga-harga tidak terkendali, apalagi harga pangan," kata Perry.

Ia menekankan bahwa pengendalian inflasi pangan menjadi instruksi utama dari pemerintah daerah DIY guna menjaga kesejahteraan masyarakat.

Kepada Kepala BI DIY yang baru, Perry memberikan tiga instruksi utama: pengendalian inflasi, penguatan ekonomi rakyat, dan percepatan digitalisasi.

"Instruksinya jelas. Nomor satu, kendalikan inflasi, terutama inflasi pangan di DIY, supaya rakyat DIY sejahtera. Nomor dua, ekonomi rakyat. Karena DIY adalah sumber ekonominya ekonomi rakyat, ekonomi UMKM, perlu dimajukan," ujarnya.

"Nomor tiga adalah digitalisasi. Sekali lagi, provinsi DIY salah satu pelopor untuk digitalisasi QRIS, termasuk yang tercepat," tambah Perry.

Media files:
01jvek5d6hgp1kcc00ewdt9feq.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar