Search This Blog

Pentingnya Menjaga Kadar Kolesterol saat Hamil

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Pentingnya Menjaga Kadar Kolesterol saat Hamil
Apr 6th 2025, 12:24, by Eka Nurjanah, kumparanMOM

Ilustrasi ibu hamil. Foto: Shutter Stock
Ilustrasi ibu hamil. Foto: Shutter Stock

Kadar kolesterol bisa saja meningkat bagi beberapa ibu hamil. Peningkatan ini sering kali terjadi pada trimester kedua dan ketiga. Nah ternyata, kadar kolesterol dibutuhkan untuk pembentukan dan pertumbuhan janin.

Selain itu, kolesterol juga dibutuhkan untuk memproduksi hormon penting seperti estrogen dan progesteron. Hormon ini berperan penting dalam sistem reproduksi wanita, seperti mengatur siklus menstruasi, perkembangan karakteristik seksual, dan mendukung kesehatan kehamilan.

Ya Moms, kolesterol adalah molekul organik yang berasal dari lemak dan berada di setiap sel di dalam tubuh manusia. Secara fisik, kolesterol tampak seperti zat lilin, lembut, dan berwarna kuning. Kolesterol diperlukan dalam produksi garam empedu, memproduksi hormon testosteron, dan vitamin D.

Ilustrasi tes kolesterol. Foto: Shutterstock
Ilustrasi tes kolesterol. Foto: Shutterstock

Kolesterol diangkut melalui darah dengan bantuan pembawa kecil yang dikenal sebagai lipoprotein. Sekitar tujuh puluh lima persen kolesterol diproduksi dalam tubuh, sedangkan sisanya diperoleh dari makanan.

Hal inilah yang membuat perempuan hamil wajib menjaga pola makan, termasuk menjaga kadar kolesterol di tubuh. Kadar kolesterol dapat tinggi selama kehamilan karena tubuh secara alami mendukung perkembangan bayi.

Jadi, berapa kadar kolesterol yang normal pada ibu hamil?

Ini Kadar Normal Kolesterol yang Normal pada Ibu Hamil

-Kadar kolesterol normal untuk orang dewasa adalah di bawah 2 mg/mL tetapi idealnya antara 1,2 dan 1,9 mg/mL

-Trimester pertama kehamilan, kadar kolesterol dapat berkisar antara 1,4 dan 2,2 mg/mL

-Trimester kedua kehamilan, kadar kolesterol dapat berkisar antara 1,8 dan 3 mg/mL

-Trimester ketiga kehamilan, kadar kolesterol dapat berkisar antara 2,2 dan 3,5 mg/mL

Ilustrasi ibu hamil. Foto: Shutterstock
Ilustrasi ibu hamil. Foto: Shutterstock

Berdasarkan data tersebut, semakin besar usia kehamilan, semakin tinggi kadar kolesterol. Namun, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, karena peningkatan ini wajar dan penting untuk pertumbuhan bayi.

Dalam kondisi ideal, kolesterol ibu hamil akan berada pada titik tertinggi sesaat sebelum melahirkan, dan akan menurun tajam setelah melahirkan. Penurunan ini lebih signifikan saat Anda mulai menyusui bayi baru lahir. Sebab, kolesterol digunakan dalam produksi ASI.

Gejala Kolesterol Tinggi yang Perlu Diwaspadai

Pakar menilai, Anda tidak bisa melihat seberapa tinggi atau rendah kolesterol di dalam tubuh tanpa melakukan pengecekan. Sebab, tinggi rendah kolesterol ini terkadang tidak menimbulkan gejala.

Kendati demikian, akan menjadi masalah pada kesehatan apabila kadar kolesterol ibu hamil terlalu tinggi dan berlangsung dalam waktu yang lama. Ibu hamil dengan kolesterol yang terlalu tinggi berpotensi mengalami komplikasi seperti stroke dan serangan jantung.

ilustrasi ibu hamil kolesterol tinggi. Foto: Shutterstock
ilustrasi ibu hamil kolesterol tinggi. Foto: Shutterstock

Hal ini karena kolesterol berlebih dapat menumpuk di dinding arteri, sehingga mengganggu sirkulasi darah. Kondisi ini dikenal sebagai aterosklerosis. Apabila kadar kolesterol ibu hamil terlalu tinggi maka tekanan darah dapat meningkat dan bisa membahayakan hidup ibu hamil dan bayi.

Di sisi lain, hipertensi yang meningkatkan ini berpotensi menimbulkan masalah lain seperti stroke pascapersalinan, serangan jantung, aterosklerosis, preeklampsia , kejang, hingga kelahiran prematur.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa bayi yang lahir dari ibu dengan kadar kolesterol tinggi selama kehamilan berpotensi lima kali lebih besar memiliki masalah dengan kolesterol saat dewasa.

Media files:
snyw4zh8iops3sdxm1zn.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar