Suasana berkabut di rest area Tol Cisumdawu, Selasa (1/4/2025). Foto: M. Rizki/kumparan
Kasus tewasnya sejoli di tepi Jalan Ngagel Jaya Utara, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya akibat keracunan gas karbon monoksida (CO) dari sistem gas buang mesin dapat menjadi pelajaran ketika beristirahat di dalam kendaraan. Terutama bagi pemudik saat periode arus balik seperti sekarang.
Pengamat Otomotif dan Akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu mengingatkan perihal bahaya gas CO yang menyelinap ke area kabin, dan pentingnya melakukan sirkulasi udara secara rutin.
"Peristiwa serupa pernah terjadi juga di Magelang dan Jambi beberapa waktu lalu. Kebanyakan ditemukan pada mobil-mobil yang sudah berusia lebih dari 5 tahun dengan risiko pipa knalpot berkarat atau retak, menyebabkan kebocoran gas CO," kata Yannes kepada kumparan, Sabtu (5/4).
Puncak arus balik Lebaran 2025 diperkirakan terjadi hingga Senin, 7 April nanti, otomatis adanya peningkatan volume kendaraan termasuk area istirahat seperti rest area. Yannes bilang, kualitas udara kabin yang buruk tidak hanya terjadi saat mobil berhenti.
"Banyak pengemudi tidak menyadari bahaya CO dan risiko penggunaan modus AC (recirculation mode) dengan sirkulasi tertutup secara terus menerus saat berkendara hingga selama beristirahat," imbuhnya.
"Mulai biasakan menggunakan modus sirkulasi terbuka (fresh air mode) sesekali agar udara segar bisa masuk ke kabin dan mencegah akumulasi penumpukan kandungan CO, terutama saat perjalanan panjang kembali dari mudik," terang Yannes.
Dirinya menyarankan, bila tetap ingin beristirahat di dalam mobil dengan keadaan mesin dan AC menyala, baiknya agar didampingi oleh penumpang lain yang dalam keadaan terjaga. Kemudian jangan parkir di tempat tertutup dalam jangka waktu lama.
"Saat berdiam atau menunggu di dalam mobil di tempat parkir, sebaiknya buka sedikit kaca bila sistem sirkulasi AC dalam keadaan padam atau tertutup. Sementara jika sudah beberapa jam di dalam mobil, buka sirkulasi untuk mengganti udara," papar Yannes.
Tombol pengaturan AC Mobil yang dilengkapi dengan fitur recirculation mode. Foto: Aditya Niagara
Mobil keluaran terbaru di Indonesia umumnya telah dilengkapi dengan fitur recirculation mode atau jamak disebut open close air, cirinya terdapat tombol atau kenob dengan simbol mobil lengkap sebuah gambar panah berputar.
Di beberapa negara atau mobil keluaran Eropa dan China, fitur tersebut bahkan beroperasi secara otomatis. Sirkulasi udara akan dibuka untuk sementara waktu jika pengemudi sudah berkendara selama 2 jam atau lebih.
Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), gas CO termasuk salah satu penyebab silent killer karena sifatnya yang tidak berwarna, tidak berasa, tidak mengiritasi, dan tidak berbau ketika terpapar atau terhirup.
Berdasarkan standar OSHA (Occupational Safety and Health Administration), pemaparan karbon monoksida yang bisa ditoleransi oleh tubuh manusia adalah 35 ppm selama 8 jam per hari kerja. Indikasi keracunan bila telah menghirup lebih dari 1.000-1.500 ppm.
Ilustrasi Knalpot Mobil Foto: dok Muhammad Ikbal/kumparan
Gejala yang ditimbulkan biasanya mirip dengan sakit flu yaitu didahului dengan sakit kepala, mual, muntah, lelah, lesi pada kulit, berkeringat banyak, pyrexia, pernapasan meningkat, mental dullness dan confusion, gangguan penglihatan, konvulsi, hipotensi, takikardia, myocardinal, dan ischamea.
Karena sifatnya itu, gas monoksida akan lebih fatal jika yang menghirupnya dalam kondisi tertidur, terutama saat sedang di dalam mobil. Umumnya orang di sekitar tak akan begitu sadar dan menganggap orang di dalamnya hanya tertidur pulas.
"Biasanya pemilik mobil jarang mengganti udara di dalam kabin, fitur siklus udara tertutup (open close air) lebih sering diaktifkan. Mencegah penggantian sirkulasi udara segar di kabin dan justru membuat gas CO menumpuk," jelasnya.
Gas karbon monoksida dapat menyelinap ke kabin kendaraan melalui celah-celah bodi yang tak tertutup rapat, hingga bagian bawah yang bolong lantaran korosi.
"Jadi saran untuk pemilik mobil mesin bakar (ICE) yang sudah berumur sebaiknya segera memeriksa secara berkala kondisi sistem pembuangan gas dan pastikan tidak ada kebocoran. Demikian lantai atau kolong mobil tidak ada celah atau lubang," pungkas Yannes.
***
kumparan New Energy Vehicle Summit 2025 akan digelar pada Selasa, 6 Mei 2025, di MGP Space, SCBD Park.
Mengusung tema "Sinergi Menuju Industri Otomotif Berkelanjutan," forum diskusi ini menghadirkan para pemangku kepentingan, termasuk pemimpin industri, profesional, dan perwakilan pemerintah, untuk berdiskusi serta berbagi wawasan mengenai masa depan industri otomotif berkelanjutan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar