Feb 16th 2025, 10:43, by Moh Fajri, kumparanBISNIS
Ilustrasi minyak mentah. Foto: Anan Kaewkhammul/Shutterstock
Kementerian ESDM menetapkan hargaminyak mentah rata-rata Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) pada Januari 2025 sebesar USD 76,81 perbarel. Angka ini naik USD 5,20 dari ICP Desember 2024 yang dipatok pada level USD 71,61.
Penetapan ICP Januari 2025 dilakukan melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 59.K/MG.01/MEM.M/2025 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan Januari 2025 pada tanggal 12 Februari 2025.
Plh. Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Muhammad Rizwi JH mengatakan peningkatan ICP Januari 2025 mengikuti fluktuasi harga minyak mentah global.
"Peningkatan harga minyak mentah utama di pasar internasional dipengaruhi oleh optimisme pasar setelah Tiongkok mengumumkan rencana untuk melanjutkan penurunan suku bunga dan tambahan stimulus fiskal untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi," jelasnya melalui keterangan resmi, dikutip Minggu (16/2).
OPEC memproyeksikan pertumbuhan permintaan minyak mentah dunia tahun 2025 sebesar 1,45 juta barel menjadi 105,2 juta barel dibandingkan permintaan minyak mentah dunia tahun 2024. Hal ini sebagian besar dipicu oleh meningkatnya permintaan minyak mentah oleh China, kebutuhan bahan bakar transportasi, dan meningkatnya margin kilang petrokimia.
Faktor lainnya yang mempengaruhi harga minyak mentah adalah cuaca dan suhu musim dingin yang ekstrem di belahan bumi bagian utara. Kondisi ini meningkatkan permintaan bahan bakar pemanas ruangan dan berpotensi mempengaruhi produksi hulu migas.
"Kekhawatiran pasar akan pengetatan supply dan demand minyak mentah dunia, menyusul penerapan pengetatan sanksi yang lebih luas atas minyak mentah Rusia dan Iran, pengenaan sanksi lebih lanjut dari AS dan Eropa atas kapal tanker yang membawa minyak mentah Rusia, turut memengaruhi harga minyak mentah global," jelas Rizwi.
Berdasarkan laporan mingguan Energy Information Administration (EIA) Amerika Serikat (AS) pada Januari 2025, stok minyak mentah AS mengalami penurunan sebesar 500 ribu barel menjadi 415,1 juta barel bila dibanding stok di akhir bulan sebelumnya.
Kemudian, melemahnya nilai tukar Dolar AS yang membuat investasi berbasis dolar meningkat, juga turut memengaruhi kenaikan ICP.
Sementara untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah juga disebabkan oleh peningkatan tingkat pengolahan minyak mentah pada kilang milik Pemerintah China, seiring dengan melonjaknya marjin kilang, di saat kilang swasta mengalami kesulitan akibat terdampak sanksi dari AS.
Di samping itu, kata Rizwi, terdapat peningkatan permintaan minyak mentah dari Timur Tengah, bersamaan dengan pengenaan sanksi yang lebih luas terhadap minyak mentah Rusia dan Iran.
"Hal ini terkonfirmasi dengan kenaikan Official Selling Price (OSP) minyak mentah Arab Saudi yang diekspor ke Asia sebesar USD0,40 -USD0,60 perbarel," tutup Rizwi.
Berikut perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada Januari 2025 dibandingkan Desember 2024:
- Dated Brent naik dari USD 73,94/barel menjadi USD 79,23/barel.
- WTI (Nymex) naik dari USD 69,70/barel menjadi USD 75,10/barel.
- Brent (ICE) naik dari USD 73,13/barel menjadi USD 78,35/barel.
- Basket OPEC naik dari USD 73,00/barel menjadi USD 79,50/barel.
- Rata-rata ICP naik dari USD 71,61/barel menjadi USD 76,81/barel.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar