Search This Blog

Gerindra Sumut: Bobby Itu Jauh Lebih Dekat Ideologinya dengan PDIP

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Gerindra Sumut: Bobby Itu Jauh Lebih Dekat Ideologinya dengan PDIP
Nov 19th 2024, 17:54, by Salmah Muslimah, kumparanNEWS

Pasangan calon nomor urut 01 Bobby Nasution dan Surya saat Debat Pilgub Sumatera Utara 2024 di Santika Dyandra Hotel, Kota Medan, Rabu (6/11/2024). Foto: Dok. Istimewa
Pasangan calon nomor urut 01 Bobby Nasution dan Surya saat Debat Pilgub Sumatera Utara 2024 di Santika Dyandra Hotel, Kota Medan, Rabu (6/11/2024). Foto: Dok. Istimewa

Sekretaris Gerindra Sumut Sugiat Santoso bicara soal dinamika pendukung menjelang hari H laga Pilgub Sumut 27 November. Salah satu yang disinggung adalah hasil survei Indikator Politik.

Dalam survei itu, 59,6 persen pemilih PDIP memberikan suaranya ke Bobby Nasution-Surya. Padahal, PDIP adalah partai pendukung rival Bobby, yakni Edy Rahmayadi-Hasan Basri.

Menurut Sugiat yang juga Wakil Ketua Tim Pemenangan Bobby-Surya, hal itu terjadi lantaran Bobby punya kemiripan ideologi dengan PDIP.

"Ya memang kalau dari segi kedekatan ideologi, Bobby jauh lebih dekat ideologinya dengan PDIP. Bobby itu nasionalis, sementara Edy Rahmayadi itu kan dalam rekam jejak sejarahnya selalu membenarkan politik identitas pada setiap momentum politik yang dia ikuti," kata Sugiat pada Selasa (19/11)

"Misalnya pada Pilgubsu (Pilgub Sumut) 2018, dia memanfaatkan politik identitas untuk memenangkan pertarungan Pilgubsu. Kemarin pun pada saat Pilpres 2024, Edy Rahmayadi tidak mendukung presiden dari PDIP, dia mendukung Anies, dan pendekatan politiknya juga politik identitas, dan itu sangat berseberangan dengan ideologi PDIP yang sangat nasionalis," sambung Sugiat.

Sugiat juga menduga bahwa PDIP juga terpaksa mendukung Edy. Dugaan dia, PDIP membenci Presiden ke-7 RI Joko Widodo lalu melampiaskan kepada sang menantu.

"Makanya kita menduga, karena faktor kebencian yang mendalam, tidak ke Bobby, tapi ke keluarga Pak Jokowi, PDIP, makanya sangat terpaksa mereka mendukung Edy Rahmayadi," kata dia.

"Pilihan PDIP ke Edy Rahmayadi kan pilihan yang sangat baik dan terpaksa bagi kader-kader PDIP yang sangat terkenal dengan ideologi nasionalisme, ideologi pluralisme yang tidak membeda-bedakan agama mana pun dalam konteks berbangsa dan bernegara," katanya.

Meski begitu, Sugiat meminta agar tidak ada pihak yang menilai Pilgub Sumut sebagai ajang pertarungan sakit hati.

"Pilkada Sumut itu bukan pertarungan sakit hati, tapi pertarungan siapa yang terbaik yang bisa memimpin Sumut. Kalau PDIP tidak mendukung Bobby karena faktor sakit hati, itu persoalan PDIP. Tapi bagi masyarakat Sumut bahwa Bobby dianggap sebagai solusi untuk menyelesaikan pembangunan di Sumut," katanya.

Media files:
01jc2c42xxk12sfbea01982fjp.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar