Search This Blog

TKN Prabowo Sentil Balik PKS soal Gimmick 'Gemoy': Apa di Sana Kurang Kerjaan?

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
TKN Prabowo Sentil Balik PKS soal Gimmick 'Gemoy': Apa di Sana Kurang Kerjaan?
Nov 26th 2023, 22:17, by Ochi Amanaturrosyidah, kumparanNEWS

Komandan Tim Fanta (Pemilih Muda) TKN Prabowo-Gibran M. Arief Rosyid Hasan (kanan). Foto: Dok. Istimewa
Komandan Tim Fanta (Pemilih Muda) TKN Prabowo-Gibran M. Arief Rosyid Hasan (kanan). Foto: Dok. Istimewa

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Sohibul Iman, menyebut gimmick 'gemoy' yang kerap diasosiasikan dengan capres Prabowo Subianto adalah hal yang tak sehat. Menanggapi hal itu, Komandan Tim Fanta (Pemilih Muda) TKN Prabowo-Gibran, Arief Rosyid, mengaku santai saja.

"Tadi kan Bang Rosan (Roeslani, Ketua TKN) juga ada bilang ya bahwa dalam suasana yang demokratis ini semua orang berhak ya melontarkan komentar gitu. Semua orang berhak menilai ya," kata Arief kepada wartawan di Headquarter Tim Fanta Pemilih Muda, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/11) malam.

Menurut Arief, jika sebuah partai serius mendukung paslonnya, mereka seharusnya tak perlu mengomentari urusan pihak lain. Seharusnya mereka fokus bekerja untuk memenangkan kandidat yang mereka usung saja.

"Ya itu harusnya dia kerja untuk kandidatnya. Jadi enggak usah campurin dapur orang lain gitu ya, apa kurang kerjaan di tim sana sampai ngomentarin gemoy dan lain-lain kan gitu?" ujar Arief.

"Jadi saya menganjurkan, menyarankan ya teman-teman, partai lain caleg lain itu buat fokus bantu kandidatnya ya. Fokus bantu cari suara ya jangan kepo sama urusan kita yang sedang kerjain," lanjutnya.

Anies Baswedan foto bersama dengan Muhammad Sohibul Iman pada acara jalan sehat dengan PKS di Tasikmalaya, Sabtu (2/9). Foto: Dok. Istimewa
Anies Baswedan foto bersama dengan Muhammad Sohibul Iman pada acara jalan sehat dengan PKS di Tasikmalaya, Sabtu (2/9). Foto: Dok. Istimewa

Sebelumnya, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Mohamad Sohibul Iman menyinggung soal gimmick 'gemoy' yang saat ini diasosiasikan kepada capres nomor urut 2, Prabowo Subianto. Awalnya, ia mengutip pernyataan Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt dalam buku 'How Democracies Die'.

"Itu sangat sedikit terjadi. Sekarang tapi justru demokrasi mati disebabkan karena adanya pemimpin-pemimpin yang sebelum memimpin tidak diketahui apa gagasan-gagasannya tentang demokrasi," kata Sohibul dalam sambutannya di acara Kick Off Kampanye Nasional PKS di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Minggu (26/11).

Kemudian, ia menyinggung soal situasi politik saat ini. Bahkan, ia menyinggung gimmick 'gemoy' yang saat ini kerap diasosiasikan kepada sosok Prabowo Subianto.

"Saya sangat prihatin, untuk memenangkan demokrasi, persaingan demokrasi ini sekarang lebih banyak gimmicknya. Sekarang ada istilah gemoy, santuy, seakan-akan yang bisa memimpin negeri ini adalah mereka yang gemoy, gemoy atau gemoy saya nggak tahu juga itu, bib apa bib? Gemoy apa gemoy? Gemoy atau santuy ini tentu sesuatu yang tidak sehat," tandas dia.

Media files:
01hfax8238633srpsrkm2vbzeg.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar