Search This Blog

Populer: Atap Stasiun LRT Jebol; Aksi Boikot Perusahaan yang Dukung Israel

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Populer: Atap Stasiun LRT Jebol; Aksi Boikot Perusahaan yang Dukung Israel
Nov 6th 2023, 07:01, by Sinar Utami, kumparanBISNIS

Penumpang Stasiun di LRT KAI. Foto: Dok. KAI
Penumpang Stasiun di LRT KAI. Foto: Dok. KAI

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menanggapi terkait jebolnya atap bangunan penghubung Stasiun LRT Cawang imbas tingginya curah hujan pada hari Sabtu (4/11). Kabar ini menjadi berita populer di kumparanBISNIS pada hari Minggu (5/11).

Selain itu, berita lainnya yang dibaca publik yaitu tren untuk memboikot produk dari perusahaan yang mendukung pendudukan Israel tidak hanya ramai digaungkan di dalam negeri, namun juga meningkat di beberapa negara di seluruh dunia. Berikut rangkumannya:

Atap Stasiun LRT Cawang Jebol

Vice President Public Relations KAI, Joni Martinus mengatakan curah hujan yang cukup tinggi pada malam hari tanggal 4 November 2023 di sekitar area Stasiun Kereta Cepat Halim dan Stasiun LRT Cawang yang mengakibatkan sejumlah plafon stasiun mengalami kebocoran. Untungnya, kondisi tersebut tidak mengganggu area pelayanan secara keseluruhan.

Mengutip X @jalur5_ jebolnya atap membuat air hujan langsung turun ke lantai bangunan penghubung tersebut. Bangunan yang atapnya jebol ini merupakan bangunan tambahan stasiun untuk menghubungkan dengan Gedung BNN, Halte TransJakarta, dan perkantoran BUMN Karya di seberang tol.

Sebagai langkah cepat, pada saat kejadian, KAI Bersama LRT Jabodebek dan KCIC telah berkoordinasi langsung dengan pihak–pihak terkait yang menjadi kontraktor pembangunan stasiun tersebut guna dilakukan perbaikan," kata Joni dalam keterangan resmi yang diterima kumparan, Minggu (5/11).

Joni memastikan pelayanan di Stasiun LRT Jabodebek Cawang dan Halim berlangsung normal pada hari Minggu. Pihak Adhi Karya dan Wika Konstruksi sudah mulai melakukan perbaikan pada saluran air stasiun yang terdampak hujan lebat kemarin dan diharapkan bisa selesai dalam waktu dekat.

"KAI memohon maaf jika ada ketidaknyamanan yang terjadi karena hujan lebat di sekitar area Stasiun Cawang dan Halim," tutur Joni.

Joni memastikan, pihaknya bersama dengan KCIC, LRT Jabodebek, dan para kontraktor akan menyisir dan mengidentifikasi titik-titik lainnya di seluruh stasiun LRT Jabodebek serta stasiun kereta cepat untuk mengantisipasi kejadian serupa.

"KAI bersama pihak-pihak terkait telah melakukan komunikasi dan koordinasi serta bergerak cepat agar pelayanan dan fasilitas yang diberikan pada penumpang optimal," terangnya.

Aksi Boikot Perusahaan yang Dukung Israel

Aksi pemboikotan tersebut kerap disebut gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS). Mengutip dari Newarab, aktivis menggaungkan boikot terhadap perusahaan raksasa multinasional yang pro terhadap Israel ini di berbagai laman media sosial meliputi Twitter atau X dan TikTok.

Pada dasarnya, gerakan BDS mendorong tekanan berkelanjutan terhadap mereka yang mendukung perang genosida Israel terhadap warga Palestina di Gaza. Namun secara bersamaan, kampanye yang ditargetkan dan boikot perusahaan-perusahaan yang paling terlibat untuk memaksimalkan dampaknya.

McDonald's Sarinah tutup pada Minggu (5/11/2023). Foto: Hedi/kumparan
McDonald's Sarinah tutup pada Minggu (5/11/2023). Foto: Hedi/kumparan

Lalu bagaimana sikap generasi muda atau Gen Z dalam aksi BDS ini? Newarab menyebut, ada tiga perusahaan multinasional yang kedapatan mendukung langsung pasukan pertahanan Israel setelah serangan 7 Oktober tersebut adalah Mcdonald's, Starbucks, dan Disney+. Sehingga ketiga perusahaan tersebut menjadi target utama dalam gerakan boikot ini.

Di Timur Tengah misalnya, boikot terhadap perusahaan waralaba Mcdonald meningkat setelah gerai Mcdonald yang berbasis di Israel, menawarkan makanan gratis kepada anggota militer Israel. Hal yang serupa terjadi di Indonesia.

Hal ini kemudian memicu tagar #boycottstarbucks mengudara di media sosial, bahkan telah ditonton lebih dari 29 juta kali di TikTok.

"Di Mesir, diskon 73 poundsterling. Ini gila. Ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Selain merek Pepsi, Coca-Cola, dan lainnya, semua orang berhenti membelinya sama sekali, dan siapa pun yang membelinya, kami memperlakukannya seperti orang buangan," tutur salah seorang pengguna X @slasias, dikutip dari Newarab pada Minggu (5/11).

Media files:
01haeg4t0a8rxpftzvbh2gt8xt.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar