Nov 27th 2023, 09:18, by Dina Mariana, Hi Pontianak
Nz, guru di Bengkayang meminta maaf, setelah video TikTok miliknya yang menyamakan perang antara Israel dan Palestina sebagai perang Israel dan teroris viral, dan mendapat kecaman dari berbagai pihak. Foto: Dok Polres Bengkayang
Hi!Pontianak - Sejumlah peristiwa terjadi selama sepekan terakhir di Kalimantan Barat. Peristiwa tesebut mulai dari cerita korban penyekapan di PT BSL hingga guru di Bengkayang yang viral karena dukung Israel akhirnya minta maaf.
Berikut Kalbar Sepekan yang dihimpun tim Hi!Pontianak:
1. Cerita Korban Penyekapan di PT BSL Sekadau: Kami Diperlakukan Seperti Binatang
Supriyono dan keempat temannya yaitu Andik, Yuda, Indra, dan Husen, tak pernah menyangka akan mendapatkan perlakuan tidak baik saat bekerja di PT Bintang Sawit Lestari (BSL), Desa Tapang Perodah, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau, Kalbar.
Mereka yang bekerja sebagai pemanen sawit itu sempat melarikan diri dari perusahaan karena gaji dan fasilitas yang dijanjikan tidak sesuai. Saat pelarian itu, mereka pun seolah seperti binatang yang sedang diburu.
"Kami awalnya ada tujuh orang kabur dari PT BSL sekitar jam 9 lewat. Jadi, di tengah perjalanan (kabur), ketangkap tiga orang. Mereka dipukul kemudian dinaikkan ke mobil Hilux dan dikembalikan ke PT BSL oleh satpam," ujar Supriyono kepada awak media di Polres Sekadau, Senin malam, 20 November 2023.
2. Guru di Bengkayang yang Viral Karena Dukung Israel Akhirnya Minta Maaf
Nz, seorang guru di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, yang viral karena mengunggah dukung terhadap Israel, akhirnya meminta maaf.
Video pernyataan maafnya, yang juga disaksikan oleh sejumlah pihak, telah diupload di akun Instagram @humaspolresbengkayang.
Dalam video berdurasi 2 menit 11 detik itu, Nz mengatakan, sangat menyesali pernyataannya, terkait perang Israel dengan Palestina, yang ia sebut dengan perang Israel melawan teroris.
"Saya menyatakan secara sungguh-sungguh, penyesalan, dan permohonan maaf, kepada seluruh pihak yang tersinggung, khusus umat muslim Kalimantan Barat, serta Kabupaten Bengkayang," ucapnya.
3. Bejat, Kakek di Sekadau Tega Cabuli Cucunya hingga Hamil
Seorang kakek berinisial AY di Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalbar, tega mencabuli cucunya yang berusia 14 tahun. Bahkan, saat ini sang cucu telah hamil 6 bulan.
Kapolres Sekadau, AKBP Suyono, melalui Kasat Reskrim Polres Sekadau, Iptu Rahmad Kartono, mengatakan pencabulan itu terjadi pada Juni 2023 lalu.
Peristiwa ini baru terbongkar pada Kamis, 16 November 2023. Saat itu, sang ibu mendapat informasi dari temannya jika anaknya sedang hamil. Namun, sang ibu belum percaya dengan informasi tersebut.
"Ibunya kemudian pulang ke rumahnya. Sepulang anaknya sekolah, ibunya bertanya kepada korban dan korban mengakui bahwa dirinya sedang hamil sekitar 6 bulan, tapi korban tidak mau menjawab siapa pelakunya," kata Rahmad, Rabu, 22 November 2023.
4. Korban TPPO Asal Kalbar: Kerja Game Online di Kamboja, Tak Digaji hingga Disiksa
Satu di antara korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) asal Kalimantan Barat, Heri, menceritakan kisah hidupnya saat dipaksa bekerja di Game Online di Kamboja. Heri mengaku tidak menerima gaji sepeser pun selama setahun, bahkan dirinya menyaksikan sendiri teman-temannya disiksa.
"Kontrak sudah habis selama 6 bulan, sekitar itu saya tidak bekerja dan sudah satu tahun lebih tidak digaji. Selama di Myanmar saya melihat dengan mata kepala saya sendiri teman saya dipukuli, bajunya dilepas, dikasih paku di badan dicolek-colek, dikasih alkohol. Ada juga wanita ditelanjangi, diikat, dilistrik namun sepertinya bukan orang Indonesia, tapi dari negara lain," ungkap Heri.
Heri mengungkapkan awal mula dirinya menjadi korban TPPO ketika masih berusia 17 tahun pada 2022 dan diajak temannya bekerja di luar negeri untuk bermain game online.
5. Diduga Alami Gangguan Jiwa, Pria di Pontianak Bakar Diri di Dalam Kamar
Seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa, nekat membakar diri di dalam kamarnya. Peristiwa ini terjadi di Pontianak Selatan, Minggu, 19 November 2023 malam.
Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Dumaria Silalahi, mengatakan, korban diketahui bunuh diri, saat tetangganya mencium bau asap dan melihat ada api dari dalam rumah korban.
Kemudikan tetangga korban bersama warga lain masuk ke rumah. Saat mengecek, ternyata sumber api dari dalam kamar korban.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar