Search This Blog

Upaya Kota Bandung Melawan Sampah

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Upaya Kota Bandung Melawan Sampah
Oct 15th 2023, 18:41, by Rachmadi Rasyad, kumparanNEWS

Tumpukan sampah di TPS di Kota Bandung. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Tumpukan sampah di TPS di Kota Bandung. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Pemkot Bandung terus berupaya untuk menanggulangi masalah sampah. Pj Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono, mengatakan bahwa penanganan sampah bukan hanya menjadi tugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tapi juga stakeholder terkait.

"Satgas Sampah ini sudah melibatkan banyak instansi. Sebab darurat sampah bukan persoalan DLHK saja. Semua punya tugas tambahan ini di samping tupoksi masing-masing," kata dia melalui keterangan yang diterima Minggu (15/10).

Salah satu inovasi yang dilakukan Pemkot Bandung untuk menanggulangi sampah adalah dengan sistem pelaporan menggunakan Bandung Waste Management (BMW). Sistem pelaporan itu akan mulai aktif pada tanggal 16 Oktober mendatang.

"Ini mulai aktif 16 Oktober mendatang. Ada tim ahli yang juga membuat kerangka agar aplikasi ini lebih 'worth it'," ucap dia.

"Saya sepakat kedaruratan ini diperpanjang. Tapi harus ada kajian ilmiahnya. Kita ingin mengambil sebuah kebijakan yang didukung oleh ilmiah. Saya juga sudah bicara dengan Bu Prima Kepala DLH Provinsi Jabar untuk menambah kuota sampah Kota Bandung," lanjut dia.

Alat berat menimbun sampah dengan tanah di lokasi terbakarnya TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (12/9/2023). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO
Alat berat menimbun sampah dengan tanah di lokasi terbakarnya TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (12/9/2023). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO

Sementara itu, Ketua Harian Satgas Darurat Sampah Kota Bandung, Ema Sumarna menyebutkan, perubahan perilaku masyarakat termasuk para ASN Kota Bandung sudah berjalan cukup masif untuk mengurangi sampah di Kota Bandung.

Di Pemkot Bandung, kini tak ada lagi sampah yang dibawa ke luar. Diharapkan, hal tersebut dapat ditiru oleh masyarakat.

"Di Pemkot Bandung sudah tidak ada lagi sampah yang dibawa ke luar. Di Taman Dewi Sartika ada proses kompos. Pupuknya dijadikan untuk pemeliharaan taman di Balai Kota. Jika sudah terlalu banyak, bisa didistribusikan ke masyarakat yang membutuhkan," papar Ema.

Selain itu, pengolahan itu juga dilakukan di sejumlah kecamatan di Cicendo, Andir, Astanaanyar, Lengkong, Batununggal, Cibeunying Kidul, dan Cibeunying Kaler. Rata-rata kewilayahan memakai loseda di perkantoran. Dengan begitu, sampah yang dihasilkan tak membebani TPS.

"Sampahnya harus selesai, jangan dibuang ke TPS. Untuk pengolahan anorganik, mereka bekerja sama dengan para pemulung," ucap dia.

Seluruh OPD juga telah ditugaskan untuk bergerak di bidangnya dalam menyelesaikan permasalah sampah. Seperti Dinas Pendidikan, diberikan tugas tambahan untuk bertanggung jawab melahirkan kawasan bebas sampah (KBS) di SD hingga perguruan tinggi.

"Ini bukan berbicara kewenangan, tapi ini mengenai kewilayahan. Lalu di Dinas Kesehatan, kita sudah kumpulkan semua direktur rumah sakit (RS) Immanuel untuk sepakat siap mengolah sampah. Sampah di RS akan selesai di RS," tuturnya.

Lalu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian akan memerintahkan 22 mal dan toko modern untuk ikut menyelesaikan sampah di toko masing-masing.

"Contoh terbaik di PVJ. Setiap hari mereka produksi 5 ton sampah. 90 persen sampah organik. Itu semua selesai, pakai maggot. Tugas Disdagin mengembangkan ke mal lainnya lewat Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI)," jelas Ema.

Termasuk hotel, restoran, tempat ibadah, dan para PKL, kata Ema, harus ikut mengolah sampah masing-masing. Selain itu, Ema menegaskan, para camat dan lurah juga terus masif mengedukasi masyarakat menciptakan KBS di wilayah masing-masing.

"Sampai 12 Oktober 2023, ada 7.049 ritase atau 29.000 ton sampah yang masih tertahan. Sedangkan ritase kita sangat dibatasi. Kalau Kota Bandung bisa mengirim sampah 200 rit per hari ke Sarimukti, berarti kita butuh 35 hari untuk menyelesaikan darurat sampah ini.

Kita minta tambahan kuota ritase ke Sarimukti supaya sampah ini segera teratasi," jelasnya.

Sampah yang menumpuk di Kota Bandung. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Sampah yang menumpuk di Kota Bandung. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Ia juga memaparkan, hasil rekapitulasi pengukuran penimbangan sampah, jumlah sampah organik yang terkumpul 2,5 ton. Jumlah sampah daur ulang 2,3 ton. Jumlah sampah residu 1,9 ton. Sehingga pengurangan sampah di Kota Bandung telah tercapai 70,14 persen.

"Namun, kita masih dihadapkan beberapa kendala. Kota Bandung hanya tersisa 127 ritase. Padahal kita butuh 7.000 rit. Kedua, sampah pasar paling dominan. Persoalannya sangat luar biasa. Kalau kinerja sampah pasar tidak berubah, kita akan terjebak," ungkapnya.

Kemudian, perlu adanya penjagaan di setiap TPS. Ia mengatakan, masyarakat boleh membuang sampah ke TPS, tapi itu betul-betul hanya residu.

"Kita juga perlu reduksi perilaku masyarakat yang buang sampah di jalan," imbuhnya.

Media files:
01ha46gr208jat79069zrrj8d3.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar