Penjabat (pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Bahtiar Baharuddin, menyebut Sulsel telah bangkrut karena defisit anggaran hingga Rp 1,5 triliun.
Bahtiar menyampaikan itu di Rapat Paripurna DPRD Sulsel pada Rabu (11/10).
"Ada Rp 1,5 triliun defisit anggaran, daerah ini (Sulsel) bangkrut. Jadi ibarat kapal, saya nakhoda dan ini kapalnya mau tenggelam," kata Bahtiar.
Gaji ASN Aman
Bahtiar meminta semua organisasi perangkat daerah (OPD) menunda program yang tak penting dan hanya menjalankan program prioritas seperti pemberian gaji.
"Jadi sekarang, yang penting kasi keluar gaji, telepon, listrik, dan yang lain-lain yang wajib seperti operasional minimum yang wajib dari pusat, keluarkan," ujar Bahtiar.
Penjelasan soal Defisit
Menurut Bahtiar, pengeluaran pemerintah Sulsel lebih banyak dibandingkan pemasukan dan hal ini terjadi sejak beberapa tahun belakangan atau di era pemerintah sebelumnya.
"Seperti rumah, misalnya, gaji Rp 10 juta tapi belanja sampai Rp 15 juta. Jadi, defisit kan. Lebih besar belanja daripada pemasukan," kata Bahtiar saat ditemui di rumah dinasnya pada Kamis malam (12/10).
Bahtiar tidak menyebutkan berapa jumlah pemasukan dan pengeluaran selama ini. Ia hanya menjelaskan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulsel nampak ada. Tetapi, hanya sebatas catatan semata. Uang tersebut tidak ada.
"Uang riilnya tidak ada. Jadi, kekurangan uang itu sampai Rp 1,5 triliun," ujar Bahtiar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar