Search This Blog

Pertama di Dunia, Begini Potret Semut Terlilit Sampah Plastik

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Pertama di Dunia, Begini Potret Semut Terlilit Sampah Plastik
Oct 23rd 2023, 11:10, by Kevin S Kurnianto, kumparanSAINS

Potret semut terlilit benang mikroplastik. Foto: Dok. Armand Rausell-Moreno
Potret semut terlilit benang mikroplastik. Foto: Dok. Armand Rausell-Moreno

Sampah plastik bukan cuma merugikan buat hewan-hewan besar. Yang kecil pun tak luput dari jeratannya, seperti semut di atas.

Untuk pertama kalinya, ilmuwan mengabadikan potret semut yang terlilit sampah plastik. Sampah ini berjenis benang fiber yang terbuat dari plastik.

Potret di atas menandai buruknya permasalahan polusi plastik yang semakin parah di Bumi. Foto semut ini berhasil diabadikan oleh Armand Rausell-Moreno dari Museum Nasional Ilmu Pengetahuan Alam di Madrid pada tahun 2022.

Saat itu, Armand melakukan penelitian lapangan di pulau La Palma, Spanyol. Fotonya pun diperlihatkan ke pakar semut J. Manuel Vidal-Cordero dan Álvaro Luna, seorang profesor di Universitas Eropa Madrid yang tertarik pada dampak plastik terhadap alam.

"Kami segera mengetahui bahwa ceritanya mungkin menarik, karena saya biasanya membaca banyak artikel ilmiah tentang polusi plastik dan belum menemukan apa pun yang dipublikasikan mengenai hal ini," kata Luna, penulis utama penelitian dilansir IFL Science.

Dalam sebuah studi di Jurnal Royal Entomologycal Society, ketiganya menjelaskan bagaimana mereka mengumpulkan 113 semut dari 40 lokasi berbeda di sekitar La Palma. Mereka menemukan tiga ekor semut terbungkus sejenis serat fiber.

Uji lab menunjukkan bahwa dua serat ini terbuat dari plastik, salah satunya terlilit di sekitar perut semut dan satu lagi terlilit di sekitar kaki semut. Penelitian yang dilakukan para ilmuwan itu ditulis dalam jurnal berjudul 'Plastics and insects: Records of ants entangled in synthetic fibres'

Spesies yang terkena dampak adalah semut Lasius grandis. Semut ini merupakan hewan asli wilayah Mediterania di Eropa dan Afrika Utara, dan spesies dari genus Monomorium.

Sepengetahuan para ilmuwwan, ini merupakan bukti pertama yang dipublikasikan mengenai polusi plastik. Polusi ini berdampak pada spesies serangga darat. Mereka menduga hal ini telah terjadi selama beberapa waktu, namun luput dari perhatian.

Potret semut terlilit benang mikroplastik. Foto: Dok. Armand Rausell-Moreno
Potret semut terlilit benang mikroplastik. Foto: Dok. Armand Rausell-Moreno

"Data pertama tampaknya menunjukkan bahwa interaksi invertebrata dengan plastik bisa saja terjadi (luput dari) perhatian (manusia) selama ini," kata Luna.

"Sejujurnya, saya yakin hingga saat ini baik kita maupun siapa pun tidak memiliki perkiraan nyata sejauh mana masalah ini terjadi, dan apakah ini merupakan sesuatu yang meluas dan serius atau tidak," tambah Luna.

Ilmuwan meyakini bahwa masalah cemaran polusi plastik ini tak sebatas pada hewan kecil seperti semut saja. Ekosistem laut juga terkena dampak seperti jenis hewan cetacea, burung, paus hingga penyu.

Sampah plastik di perut paus. Foto: Reuters
Sampah plastik di perut paus. Foto: Reuters
Temuan 40 kilogram plastik di dalam perut si paus. Foto: Darrell Blatchley/D' Bone Collector Museum Inc via Facebook
Temuan 40 kilogram plastik di dalam perut si paus. Foto: Darrell Blatchley/D' Bone Collector Museum Inc via Facebook

Plastik diproduksi secara luas sejak abad ke-20. Keberadaannya ditemukan di hampir setiap lingkungan alam di planet ini. Limbah plastik ditemukan mulai dari dasar laut hingga wilayah Antarktika yang bersalju.

Selain semut di La Palma, sangat jelas terlihat bahwa polusi plastik mempunyai dampak yang sangat negatif terhadap alam. Penyu dan burung laut sering ditemukan mati dengan perut penuh plastik. Sampah jaring sintetis dan penangkapan ikan secara sembarangan merupakan ancaman besar bagi mamalia laut.

Media files:
01hd62k8mepa5rcjebmmjjw3fz.webp (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar