Fikri adalah salah satu relawan dari Indonesia yang sudah berada di Jalur Gaza sejak 2020. Kata Fikri, Gaza saat tak ada perang merupakan tempat yang tenteram. Namun, dia juga sudah terbiasa dengan perang-perang yang terjadi di sana, mulai dari perang kecil sampai perang besar seperti pada Ramadhan 2021 dan yang saat ini sedang terjadi. Kata Fikri dalam wawancara dengan kumparan, pada 7 Oktober 2023 lalu, dia mengalami sendiri suasana mencekam usai bom dijatuhkan Israel, pasca Hamas menyerang lewat ribuan rudal. Saat itu, dia yang berada di dekat RS Indonesia hanya berjarak 3-5 meter dari bom. "Allah izinkan menyelamatkan kita, tapi memang ada relawan lokal yang syahid," kata Fikri. 📸: Dok. AFP focus relawangaza news videonews palestina jalurgaza hamas israel infoterkini berita beritaterkini kumparan
Sejumlah relawan asal RI, yang tergabung dalam Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dan bertugas di RS Indonesia di Jalur Gaza, masih bertahan di sana. kumparan pun berkesempatan untuk mewawancarai mereka. Di tengah wawancara dengan kumparan via telepon, Farid Zanzabil, 22 tahun, sempat mendengar dentuman bom dan merasakan getarannya. "Nah, tuh, dengar gak? Itu cukup jauh, tapi getarannya sampai kerasa," ujar Farid, Rabu, 11 Oktober 2023. Farid juga bercerita, selama dia berada di Gaza sejak 2020, perang kali ini adalah yang paling parah. Pada 7 Oktober lalu, dia menyaksikan langsung bom jatuh tepat di depan matanya, tak lebih dari 5 meter. Ia pun mengalami luka ringan di dagu. 📸: Dok. MER-C, AFP, Reuters focus relawangaza news videonews palestina jalurgaza hamas israel infoterkini berita beritaterkini kumparan
Ismail Fahmi (@ismailfahmi19), jurnalis Indonesia yang bertugas di Jalur Gaza pada akhir 2008 hingga awal 2009, menceritakan pengalamannya saat itu ke kumparan. Dia dan rombongannya ketika itu adalah batch pertama relawan asal Indonesia yang datang ke sana. Karena itu, ditambah belum masifnya media sosial seperti sekarang, mereka tidak terbayang dengan situasi perang di sana. Saat tenaga kemanusiaan yang diwawancarai Ismail memasuki perbatasan Gaza, wajah mereka penuh ketegangan. Ada pula pesawat tempur yang lewat di atas mereka."Seperti masuk ke penjara besar yang di dalamnya sedang terjadi konflik. Dan itu perang sedang terjadi, bukan gencatan senjata. Ketika mereka masuk, saya dapat cerita dari tenaga kemanusiaan, masih terdengar suara dentuman di sana sini, tembakan di sana sini," ujar Ismail. 📸: Dok. Pribadi/Ismail focus relawangaza news videonews palestina jalurgaza hamas israel infoterkini berita beritaterkini kumparan
Rumah Sakit Indonesia (RSI) Gaza yang dikelola oleh lembaga medis dan kemanusiaan dari Indonesia, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) tidak dapat lagi menampung korban luka dan korban mati syahid. "Dalam serangan di kamp pengungsian Jabalia, mengakibatkan banyaknya korban yang jatuh. Karena banyaknya korban yang jatuh, sehingga kamar mayat yang ada di RS Indonesia tidak lagi dapat menampung dan terpaksa banyak sekali jasad-jasad yang harus diletakkan di luar," ungkap Reza Adilla Relawan MER-C. 📸: Dok. Instagram mercindonesia focus relawangaza news videonews palestina jalurgaza hamas israel infoterkini berita beritaterkini kumparan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar