Oct 20th 2023, 09:01, by Devina Halim, kumparanSAINS
Ilustrasi serangan jantung di usia muda. Foto: Shutterstock
Serangan jantung tak hanya dialami lansia. Usia muda juga bisa saja mengalaminya.
Ya, kasus serangan jantung yang menimpa usia muda mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2000 sampai 2016 saja, prevalensi serangan jantung pada mereka yang berusia di bawah 40 tahun meningkat sebesar 2 persen setiap tahunnya.
Di Indonesia, penyakit jantung menjadi penyebab kematian terbanyak. Kementerian Kesehatan mencatat, dua penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi di Indonesia adalah stroke (19,42 persen) dan serangan jantung (14,38 persen).
Lantas apa penyebab usia muda mengalami serangan jantung?
Penyebabnya pun bermacam-macam. Salah satu faktor pemicunya yang kerap jadi perbincangan adalah faktor keturunan (genetik). Meski begitu, Chief Health and Nutrition Officer Herbalife, Dr. Kent L. Bradley, mengungkapkan, genetik merupakan faktor kecil yang berkontribusi pada penyakit jantung di usia muda. Menurutnya, faktor penyebabnya sama saja, yakni gaya hidup.
Chief Health and Nutrition Officer Herbalife, Dr. Kent L. Bradley, di Jakarta. Foto: kumparan
Faktor Penyebab Penyakit Jantung
Sayangnya, menurut Dr. Kent, masih banyak anak muda yang belum menyadari risiko dari penyakit mematikan ini. Dr. Kent—yang memiliki sertifikasi di bidang kesehatan masyarakat dan preventive medicine—ini mengatakan, ada beberapa faktor gaya hidup yang membuat anak muda berisiko tinggi mengalami serangan jantung. Di antaranya merokok, pola makan yang tidak sehat, kurang olahraga, dan stres.
Dr. Kent menerangkan, tingginya aktivitas dan mobilitas anak muda dapat membuat mereka stres. Hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
"Kita lihat stres, tapi kita tidak melihat kontribusi stres terhadap hal lain. Stres dapat berkontribusi pada overeating, kurang tidur, merokok dan kebiasaan minum alkohol. Anda bakal menyadari mengapa stres terkait dengan penyakit kardiovaskular," ujar Dr. Kent saat wawancara eksklusif bersama kumparan, Jumat (29/9).
Tips Agar Jantung Tetap Sehat
Lalu, apa yang perlu dilakukan para anak muda untuk mengurangi risiko terkena penyakit jantung? Kepada kumparan, Dr. Kent berbagi tipsnya.
Pahami kondisi tubuh Anda supaya risiko yang dapat memperparah kesehatan jantung dapat terdeteksi. Ini bisa dilakukan dengan rutin melakukan check up ke dokter.
Dr. Kent juga menyarankan untuk mengecek tekanan darah secara rutin. Sebab, tekanan darah tinggi memicu penyakit kardiovaskular. Jika tidak ditangani, risiko Anda terserang serangan jantung maupun stroke bakal meningkat. Apalagi, tekanan darah tinggi—atau silent killer—tak selalu menunjukkan gejala pada penderitanya.
2. Hentikan Kebiasaan Tidak Sehat
Dr. Kent menegaskan, berhenti merokok adalah langkah yang sangat tepat meski sulit dilakukan. Merokok dapat merusak lapisan arteri, kemudian berujung pada penumpukan material berlemak sehingga mempersempit arteri. Akibatnya, serangan jantung atau stroke.
Selain itu, hindari kebiasaan begadang. Pastikan Anda tidur dan istirahat yang cukup. Tips ini juga ampuh untuk mengelola stres.
"Kurang tidur yang cukup dapat mengurangi kapasitas kita untuk menangani kebutuhan dalam hidup. Jadi, tidur cukup sebenarnya sangat-sangat bermanfaat," ungkapnya.
3. Olahraga
Jangan lupa bergerak. Apalagi, bagi Anda yang banyak duduk saat bekerja. Anda bisa parkir lebih jauh saat ke kantor, atau berjalan ke taman saat makan siang.
Olahraga pun juga penting. Dr. Kent mengungkapkan, olahraga sebenarnya energizing dan tentu saja bermanfaat bagi kesehatan jantung. Dengan rutin melakukan aktivitas fisik, berat badan akan sekaligus terjaga.
Olahraga berkontribusi pada kesehatan jantung karena membuat pembuluh darah menjadi rileks dan melebar. Hal tersebut membuat aliran darah dan nutrisi ke jantung lebih efisien.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, olahraga bisa dilakukan dengan kategori moderate intensity selama 30 menit per hari atau 150 menit per minggu. Bila Anda tidak memiliki banyak waktu, Anda bisa memilih olahraga yang masuk kategori high intensity.
"Temukan hal-hal yang membuat Anda terus bergerak. Orang-orang berpikir 'saya harus berolahraga, saya harus melakukan treadmill, harus berlari'. Tidak! Pergi keluar dan get moving," ucap dia.
4. Kurangi Stres
Dr. Kent menjelaskan, terdapat dua hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi stres. Pertama, mengurangi beban, misalnya dengan mengatur prioritas pekerjaan. Namun, hal ini mungkin sulit bagi sebagian orang.
Maka dari itu, Anda dapat meningkatkan kapasitas diri sendiri supaya mampu menghadapi beban hidup. Hal ini bisa dicapai dengan hal-hal berikut ini.
Analisa kembali hal yang menyebabkan ketakutan atau stres, dan tanya pada diri sendiri apakah hal tersebut memang perlu ditakutkan.
Ngobrol dengan teman
Belajar untuk berhenti overthinking
Tidur yang cukup
Makan makanan yang bergizi
Mindfulness
Rekreasi atau bersenang-senang
Koneksi atau menjalin hubungan dengan orang lain
5. Jaga Pola Makan
Orang kerap kali mengonsumsi makanan dan minuman sebagai sebuah keharusan, ataupun efek stres. Padahal, makanan dan minuman harus dilihat sebagai sumber nutrisi bagi tubuh.
Anda perlu menerapkan pola makan yang sehat. Konsumsi banyak buah-buahan segar dan sayuran, protein rendah lemak, dan biji-bijian utuh. Selain itu, Dr. Kent berpesan untuk menghindari makanan berlemak dan gorengan. Anda juga bisa menambahkan suplemen bila diperlukan.
Sebagai orang yang bertanggung jawab terkait nutrisi dan pelatihan produk di Herbalife, isu asupan makanan menjadi perhatian Dr. Kent. Pemahamannya pun disalurkan lewat produk-produk Herbalife.
"Suplementasi sering kali memainkan peran penting atau menemukan sesuatu yang padat nutrisi adalah fokus Herbalife. Bagaimana kita memberikan nutrisi yang tepat kepada individu. Sebab, replenishing sangat penting bagi kesehatan kita, serta membantu kita mengelola stres," terangnya.
Herbalife memiliki sederet produk yang dapat membantu Anda menjaga kesehatan tubuh dari dalam, maupun luar. Anda bisa melihat rangkaian produknya pada website resmi Herbalife, dan menghubungi member untuk melakukan pemesanan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar