Sep 15th 2023, 18:51, by Eka Nurjanah, kumparanMOM
10 Pertanyaan Tentang Seks dan Kehamilan yang Sering Muncul. Foto: Shutter Stock
Seks merupakan salah satu kebutuhan dasar pasangan suami istri. Tak hanya bisa mempererat relasi suami dan istri, seks juga memberikan banyak dampak positif bagi kesehatan fisik. Lantas, apakah seks juga aman dilakukan selama masa kehamilan?
Ya Moms, itu merupakan salah satu pertanyaan yang paling sering muncul. Sebab banyak pasangan khawatir, hubungan seks yang mereka lakukan akan berdampak buruk pada bayi.
Dikutip dari Healthline, pada trimester ketiga kehamilan, janin di perut memang bisa mendengar aktivitas seks yang dilakukan orang tuanya. Namun, kabar baiknya, semua suara yang ada teredam dengan baik, kok.
Meski berhubungan seks aman dilakukan saat seseorang hamil, namun ada pasangan yang memilih tak berhubungan seks selama kehamilan. Keputusan itu pun normal dan banyak terjadi.
Pada dasarnya, seks saat hamil merupakan hal yang aman dilakukan asalkan dokter kandungan Anda tak melarangnya karena alasan medis. Selain itu, jika dokter melarang Anda berhubungan seks selama kehamilan, perlu dipastikan lagi apakah larangan yang dimaksud adalah untuk penetrasi saja atau seluruh rangsangan seksual.
Konselor seks, kesehatan wanita, dan kedokteran seksual, Aleece Fosnight, mengatakan perempuan yang mengalami orgasme selama kehamilan mendapat manfaat dari hormon yang menenangkan dan peningkatan aliran darah kardiovaskular. Manfaat tersebut diturunkan ke bayi. Nah berikut pertanyaan seputar seks dan kehamilan yang sering muncul.
10 Hal yang Kerap Ditanyakan soal Seks dan Kehamilan
1. Apakah penetrasi akan membahayakan kehamilan?
Sederhananya, tidak. Fostnight mengatakan, selama penetrasi, rahim mungkin bergerak sedikit dan Anda merasakannya. Biasanya momen itu membuat para ibu hamil khawatir terjadi sesuatu yang tidak baik dengan bayinya.
Sedangkan faktanya, rahim memang lebih bisa bergerak selama kehamilan. Fostnight mengungkap, bayi sangat terlindungi dan memiliki sistem filter sendiri yang sangat selektif terhadap apa yang masuk dan keluar. Namun, sebuah penelitian menemukan bahwa 80 persen pria khawatir akan "menyakiti bayinya". Padahal penis mereka tidak menyentuh bayi.
2. Apakah seks saat hamil akan menyebabkan keguguran?
Seks tidak akan menyebabkan keguguran. Keguguran seringkali disebabkan oleh janin yang tidak berkembang secara normal. Sebuah studi tahun 2011 juga menyimpulkan bahwa seks tidak menyebabkan persalinan dini (prematur) pada kehamilan berisiko rendah. Faktanya, seks bahkan dapat membantu proses persalinan.
3. Apakah pendarahan setelah berhubungan seks merupakan hal yang harus dikhawatirkan?
Sebaiknya Anda tak perlu panik, Moms. Kendati demikian, sebaiknya bicarakan hal tersebut ke dokter kandungan.
Karena perubahan kehamilan, leher rahim Anda menjadi sensitif dan mudah teriritasi sehingga menyebabkan pendarahan. Sehingga terkasang Anda melihat bercak setelah berhubungan seks.
4. Apakah normal jika seks terasa sakit saat hamil?
Seks seharusnya menjadi aktivitas yang menyenangkan. Artinya, seks tidak boleh menyakitkan. Hal yang perlu Anda ingat yakni, ada banyak cara untuk menjadi intim dengan pasangan.
5. Apakah normal jika mengalami mimpi orgasme di malam hari saat hamil?
Ya. Banyak wanita mengalami mimpi basah atau mimpi orgasme saat hamil. Hal ini pun cenderung normal.
6. Apakah posisi seks yang berbeda dapat mempengaruhi jenis kelamin bayi?
Fostnight menuturkan ada berbagai macam mitos kehamilan tentang seks dan gender. Namun, ia menegaskan sejauh ini tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut. Artinya, posisi pembuahan, posisi seks hingga waktu melakukan seks, cenderung tak berhubungan dengan jenis kelamin.
Ilustrasi beraktivitas seks saat hamil Foto: maradon 333/Shutterstock
7. Mengapa saya tidak merasa seksi?
Kehamilan menjadi pengalaman yang unik bagi banyak perempuan. Anda bisa merasa luar biasa sekaligus tak enak badan secara bersamaan. Hormon yang terus berubah dan kondisi tubuh bisa berdampak ke perempuan. Kondisi ini bisa membuat perempuan merasa kurang seksi.
8. Apakah ada sesuatu yang bersifat seksual yang tidak aman?
Fostnight mengatakan Anda bisa melakukan seks 'nakal' atau dengan fetish tertentu. Asalkan Anda dan pasangan memiliki pengalaman melakukan hal tersebut.
Jika Anda adalah 'penerima pukulan' saat berhubungan seks, pasangan Anda harus menghindari bagian perut serta area mana pun yang dapat menghambat aliran darah. Ciptakan batasan yang jelas tentang sentuhan apa yang dapat diterima.
9. Kapan saya bisa mulai berhubungan seks setelah melahirkan?
Para pakar merekomendasikan standarnya adalah sekitar enam minggu. Namun, apabila Anda tak mengalami komplikasi, robekan atau infeksi, Anda bisa kembali melakukan hubungan seks lebih cepat dari standar.
10. Posisi seks untuk pasangan
Ketika berhubungan seks saat hamil, pertahankan posisi yang menjaga tekanan dan beban di perut. Ini mungkin akan lebih nyaman bagi Anda dan pasangan hamil.
Tetaplah pada posisi yang dimaksudkan untuk menjauhkan Anda juga. Hal ini membantu menghindari potensi kompresi aliran darah, yang dapat menyebabkan sakit kepala ringan dan masalah lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar