Menurut KBBI, patriarki adalah perilaku mengutamakan laki-laki daripada perempuan dalam masyarakat atau kelompok sosial tertentu. Sedangkan budaya patriarki adalah sebuah budaya yang menmpatkan perempuan dengan posisi yang lebih rendah dibandingkan laki-laki.
Ilustrasi patriarki. Foto: Istock
Walaupun zaman sudah berubah dan kini kita telah memasuki era modern, namun nampaknya budaya patriarki ini tidak kunjung hilang dan malah terus bertahan di arus perubahan zaman yang semakin modern. Budaya patriarki ini masih terus dapat bertahan dikarenakan banyak keluarga khususnya di Indonesia yang masih menganut dan melestarikan sistem budaya patriarki ini. Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat tentunya memiliki peran penting untuk dapat menghapus atau melestarikan budaya patriarki ini.
Budaya patriarki ini secara tidak langsung sudah terbentuk saat rumah tangga telah terbentuk melalui ikatan pernikahan. Saat sudah menikah banyak keluarga yang menerapkan prinsip atau budaya yang menekankan bahwa laki-laki yang memiliki peran sebagai kepala rumah tangga memiliki kontrol penuh untuk mengambil semua keputusan dalam rumah tangga tanpa mempedulikan atau meminta pendapat dari istri atau ibu rumah tangga.
Tak sampai di situ saja, budaya patriarki juga terbentuk dalam keluarga saat sebuah keluarga kecil dikaruniai anak laki-laki dan anak perempuan. Anak-anak laki-laki kerap kali diberlakukan bak raja dalam rumah sedangkan anak perempuan justru sebaliknya, anak perempuan dituntut harus bisa mengambil peran penting untuk membantu mengerjakan pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci, menggosok, menyapu, dan pekerjaan rumah lainnya. Lantas budaya patriarki yang awalnya hanya muncul di dalam keluarga lambat-laun dapat dianut oleh masyarakat yang lingkupnya lebih luas.
Contohnya di mata masyarakat laki-laki yang memiliki pendidikan yang tinggi dianggap hebat, namun sebaliknya kaum perempuan tidak perlu memiliki pendidikan yang tinggi karena pada akhirnya akan berakhir menjadi ibu rumah tangga. Alasan lainnya adalah dengan memiliki pendidikan yang tinggi kaum perempuan dianggap egois dan seakan-akan tidak mau kalah dengan kaum laki-laki.
Pada hakikatnya budaya patriarki tersebut sulit untuk dihilangkan karena budaya tersebut sudah sangat mengakar dalam lingkup keluarga yang diturunkan secara turun-temurun. Hal ini juga diperparah dengan beberapa masyarakat yang mendukung penuh serta menganggap bahwa patriarki adalah hal yang wajar dalam lingkungan sosial masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar