May 26th 2023, 13:09, by Sinar Utami, kumparanBISNIS
Dirjen Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji di Gedung DPR, Selasa (4/4/2023). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan progres konstruksi proyek pipa transmisi gas ruas Cirebon-Semarang (Cisem) tahap I (ruas Semarang-Batang) sudah mencapai 90 persen.
Dirjen Minyak dan Gas Bumi (Migas), Tutuka Ariadji, mengatakan konstruksi pipa Cisem tahap I telah dimulai sejak Mei 2022. Proyek ini telah melalui 1.526.035 jam kerja aman dan menyerap hingga 753 tenaga kerja.
"Pipa yang dibangun sepanjang 60 km dengan biaya Rp 1,13 triliun. Capaian saat ini sekitar 90 persen," ujar Tutuka melalui keterangan resmi, Jumat (26/5).
Tutuka melanjutkan, setelah pembangunan pipa selesai akan dilakukan pre-commissioning berupa hydrotest dan selanjutnya commissioning rencananya dilakukan awal Juli 2023, sehingga pembangunan pipa Cisem lebih cepat satu bulan dari rencana 15 bulan.
Pemanfaatan pipa Cisem ini salah satunya memasok gas untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal dengan proyeksi kebutuhan gas hingga 39,42 MMSCFD untuk 26 perusahan hingga tahun 2026.
Selain itu, Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dengan proyeksi kebutuhan gas 25,83 MMSCFD untuk 14 perusahaan fase I hingga tahun 2028, serta kawasan-kawasan industri lainnya di sepanjang pipa transmisi Cisem tahap 1.
"Setelah pembangunan pipa Cisem tahap 1 ini selesai, kita manfaatkan dulu untuk industri di Batang dan Kendal yang membutuhkannya. Sementara untuk pasokan gas, berasal dari Jambaran Tiung Biru dan lapangan gas yang dikelola Husky-CNOOC Madura Limited (HCML)," jelas Tutuka.
Ilustrasi Pipa Gas. Foto: Shutter Stock
Kepala BPH Migas Erika Retnowati menambahkan pipa Cisem menggunakan anggaran APBN diharapkan toll fee lebih murah dibandingkan jika dibangun swasta. Hal ini karena aset tersebut tetap berada di pemerintah sehingga depresiasinya akan ditanggung pemerintah.
"Saat ini sudah mulai menghitung berapa nanti toll fee-nya. Tentu saja kita harus menyesuaikan dengan harga gas yang sudah ditetapkan," kata Erika.
Sementara itu, Komisi VII DPR mengapresiasi pengerjaan pipa Cisem Tahap I yang mencapai 90 persen. Penyelesaian pembangunan infrastruktur ini juga diperkirakan lebih cepat satu bulan dari rencana bulan Agustus 2023 menjadi Juli 2023.
"Kami mengapresiasi Kementerian ESDM yang mampu membangun Cisem setelah mangkrak sejak tahun 2006," ucap Anggota Komisi VII DPR Ratna Juwita Sari.
Dalam kesempatan tersebut, Komisi VII DPR juga meminta agar pembangunan infrastruktur ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan industri, tetapi juga masyarakat luas seperti jaringan gas (jargas) rumah tangga.
Selain itu, Ratna juga meminta pelaksanaan pembangunan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kualitas, serta meminta agar setelah pembangunan rampung dilakukan, dapat segera dilakukan audit oleh BPK untuk menghindari masalah di kemudian hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar