Apr 23rd 2023, 15:34, by Fachrul Irwinsyah, kumparanNEWS
Sejumlah kendaraan melintas di ruas Tol Cipali, Minggu (16/4/2023). Foto: Dedhez Anggara/ANTARA FOTO
Pemerintah memprediksi ada 203 ribu perjalanan dalam arus balik ke Jakarta dan sekitarnya pada 24-25 April mendatang. Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi mengimbau pemudik untuk mewaspadai sejumlah titik macet.
Di arteri, Firman mengingatkan titik rawan macet biasanya terjadi di penyempitan jalan hingga pasar tumpah. Firman juga mengingatkan warga berhati-hati di perlintasan rel kereta api hingga simpang jalan.
"Yang diwaspadai titik-titik penyempitan jalan. Kami sampaikan ada potensi hambatan samping. Di arteri, ada pasar tumpah, kegiatan masyarakat, simpang sebidang, rel kereta api, ini pemudik harus selalu waspada," kata Firman dalam konpers persiapan arus mudik balik, Minggu (23/4).
Sementara di tol, Firman mewaspadai potensi macet di gerbang tol dan rest area. Sebab itu, ia mewanti-wanti agar warga saling mawas diri agar tak merugikan sesama pengendara.
"Di tol umumnya di gate tol dan rest area. Perlu kerja sama, masyarakat dituntut menempatkan diri, tidak jadi penghambat yang lain. Dengan jumlah yang ada, kami harap kita bisa layani maksimal, masyarakat tidak terganggu perjalanan. [Tapi] kalau ada hal yang dibutuhkan, saat hentikan kendaraan bisa semaksimal mungkin dihindari," jelasnya.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerangkan pihaknya akan melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan. Conta flow dan one way masih akan diterapkan pada arus balik nanti.
"Kita memang rekayasa mau tidak mau harus dilakukan, khususnya one way yang berdampak ke masyarakat yang akan gunakan tol sebaliknya dan arteri. Akan kita lakukan sedapat mungkin saat one way khususnya di tol, hal di arteri juga kita maksimalkan kita pembersihan. Di titik rawan macet dan rawan laka, personel Polri dan gabungan kita turunkan jumlah besar," jelas dia.
Namun, menurutnya pemberlakuan one way hingga contra flow akan disesuaikan waktunya. Perubahan waktu ini akan disosialisasikan secepat mungkin ke masyarakat.
"Kita akan berusaha sosialisasi cepat, bila ada perubahan jadwal one way yang diumumkan. Karena ada potensi perpanjangan one way melihat kondisi jalan. Kita upayakan diinfo secepat mungkin sehingga pengguna bisa terinformasi awal," tegas dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar