Mar 11th 2025, 12:04, by Priscilla Andrearini, kumparanFOOD
Sejumlah umat Islam menyantap Bubur Peca saat berbuka puasa di Masjid Shiratal Mustaqiem di Samarinda Seberang, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (2/3/2025). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
Saat menahan lapar dan haus sehari penuh, tak sedikit di antara kita jadi lapar mata saat berbuka. Kita berakhir membeli banyak makanan di saat perut belum tentu kuat menampungnya. Makanan yang dibeli tak jarang pun terbuang.
Sifat tersebut pun berujung pada meningkatnya fenomena sampah makanan di tiap bulan Ramadan. Dalam catatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) 2023, jumlah sampah organik yang berasal dari sisa makanan di Indonesia naik 20 persen saat Ramadan.
Tentu masalah ini menjadi beban bagi lingkungan, mengingat Indonesia sudah menjadi salah satu negara dengan penghasil sampah makanan terbesar di dunia. Sedangkan Ramadan adalah momen bagi umat Islam untuk meningkatkan pemahaman dan praktik keagamaan.
Dalam Islam, makanan merupakan anugerah dari Allah SWT. Al-Quran mengajarkan manusia untuk tidak hanya menikmati makanan yang telah disediakan-Nya bagi kita, tetapi juga untuk memastikan bahwa kita tidak menyebarkan 'kerusakan' di bumi melalui kebiasaan makan kita.
Makan dan minumlah dari rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu melakukan kejahatan di bumi dengan berbuat kerusakan
- Surat Al-Baqarah ayat 60
Berdasarkan publikasi berjudul A Guide to an Eco - Conscious Ramadan, (2023), ayat tersebut menjelaskan bahwa umat muslim hanya perlu makan dan minum secara berkelanjutan agar tidak merusak bumi.
Selama bulan Ramadan, acara berbuka puasa dapat sering kali menjadi acara yang boros lantaran makanan yang disiapkan dan dikonsumsi secara berlebihan.
Dikatakan juga dalam Al-Quran Surat Al-A'raf ayat 31, bahwa umat muslim dianjurkan untuk makan dan minum, tapi jangan sampai terbuang percuma.
Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.
-Surat Al-A'raf ayat 31
Turut dikatakan dalam Hadis Riwayat Muslim, bahwa Nabi Muhammad memiliki gaya hidup berkelanjutan dan teladannya menunjukkan umat muslim untuk hidup dengan berbagi, peduli, dan dan mengurangi beban lingkungan.
Teladan itu bisa kita lihat dalam cara hidupnya sehari-hari yang dijelaskan oleh istrinya Aisyah.
Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga lingkungan saat Ramadan, berikut tipsnya:
Ingatlah hadis tentang mengisi 1/3 dari perut dengan makanan, 1/3 dengan air, dan membiarkan 1/3 kosong (Tirmidzi).
Gunakan makanan sisa sahur untuk berbuka dan sebaliknya. Hal ini dapat mengurangi sisa makanan dari sahur atau berbuka dan dapat menghemat waktu untuk membeli atau memasak makanan.
Makan dengan penuh kesadaran. Saat berbuka puasa, penting untuk makan dengan perlahan dan menikmati setiap gigitan dan menghindari makan berlebihan.
Cobalah untuk makan makanan lokal, makanan yang ditanam secara lokal umumnya lebih ramah lingkungan. Kegiatan ini juga membantu kita membantu bisnis lokal.
Berhati-hatilah dengan iklan makanan. Iklan-iklan tersebut dapat mempengaruhi kita untuk membeli lebih dari yang Anda butuhkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar