Search This Blog

Megawati Prihatin Masih Banyak Demo: Ngapain Kalian?

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Megawati Prihatin Masih Banyak Demo: Ngapain Kalian?
Mar 19th 2023, 15:45, by Wisnu Prasetiyo, kumparanNEWS

Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri mendapat penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Gotong Royong Desa dalam acara Peringatan 9 Tahun UU Desa di Kompleks GBK. Foto: Dok. Istimewa
Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri mendapat penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Gotong Royong Desa dalam acara Peringatan 9 Tahun UU Desa di Kompleks GBK. Foto: Dok. Istimewa

Presiden ke 5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarno Putri mengaku prihatin melihat masih banyak aksi unjuk rasa atau demonstrasi. Kenapa ya?

Menurutnya, para pemimpin daerah harusnya bisa menemui warga secara langsung. Sehingga warga tidak perlu memaksa dengan melakukan aksi demo.

"Ibu suka mikir, prihatin loh, ngapain hari gini masih demo-demo? kan ini ada, katanya pimpinan?" kata Megawati ketika memberikan sambutan di acara peringatan 9 tahun Undang Undang tentang Desa di GBK, Jumat (19/3).

Ketika Megawati memberikan sambutan tersebut, turut hadir juga jajaran menteri dan elite politik, di antaranya Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, Mendagri Tito Karnavian hingga Gubernur Jawa Timur Khofifah.

"Suruh baik-baik datang menghadap (masyarakat). Nah ini juga dari DPR, dateng baik-baik. Ngapain kalian (demo)?" lanjut politisi PDI-Perjuangan itu.

Megawati mengatakan, ia bukannya membungkam demokrasi. Hanya saja menurutnya cara menyampaikan pendapat yang benar bukan dengan cara demo apalagi membuat kerusuhan.

"Katanya ibu namanya demokrasi orang boleh dong demo? yes. Tapi nggak begini caranya," tuturnya.

Acara yang dihadiri Megawati hari ini juga merupakan salah satu ajang penyampaian pendapat. Para perangkat desa yang hadir menyampaikan 6 poin tuntutan kepada Presiden Joko Widodo, meskipun dalam acara kali ini Jokowi tidak hadir.

Adapun beberapa poin tuntutan yang disampaikan para massa aksi adalah meminta pemerintah memfokuskan pembangunan desa dengan mengalokasikan 10 persen dari APBN setiap tahunnya.

Lalu meminta agar pemerintah menetapkan 15 Januari sebagai hari desa nasional.

Media files:
01gvwgj8xdsnxzhgfzz3h8a25q.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar