Bank terkemuka asal Eropa, Credit Suisse, di ambang bangkrut. Bank asal Singapura, UBS Group AG, menawarkan opsi akuisisi (pembelian) seharga USD 15 miliar atau sekitar Rp 15 triliun.
"UBS Group AG telah menawarkan untuk membeli Credit Suisse hingga seharga USD 1 miliar. Tapi untuk melaksanakan opsi tersebut, Pemerintah Swiss harus lebih dulu mengubah undang-undang tentang kepemilikan bank di negara tersebut," demikian dilansir Reuters, Minggu (19/3).
Kesepakatan proses akuisisi yang diusulkan antara dua bank terbesar Swiss, akan ditandatangani segera setelah Minggu malam ini. Nilai transaksi disebutkan mengacu pada kisaran harga saham Credit Suisse saat penutupan perdagangan Jumat (17/3).
Pada hari itu, saham Credit Suisse ditutup di harga 1,86 franc Swiss. Sementara tawaran yang disampaikan UBS Group AG yakni 0,25 franc Swiss untuk setiap saham Credit Suisse.
Sepanjang 2022, bank terbesar kedua di Swiss itu membukukan kerugian bersih sebesar 7,3 miliar franc atau setara Rp 121 triliun. Masalah di Credit Suisse sudah mencuat sejak Oktober tahun lalu, saat bank tersebut meluncurkan program restrukturisasi besar-besaran.
Memburuknya kinerja keuangan Credit Suisse, membuat investor ramai-ramai melepas sahamnya.
Sebelumnya bank sentral Swiss, yakni Swiss National Bank (SNB) dikabarkan telah menyiapkan pinjaman kepada Credit Suisse sebesar USD 53,7 miliar atau hampir Rp 827 triliun. "Likuiditas tambahan ini akan memperbaiki keuangan Credit Suisse dan debitur mereka," tulis Swiss Sentral Bank seperti dilansir CNN, Kamis (16/3).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar