Feb 3rd 2023, 15:52, by Tim Kanal Bali, Kanal Bali
Nyamuk Aedes Aigeyti - Shutterstock
BULELENG, kanalbali.com - Penerapan teknologi Wolbachia untuk penaganan penyait Dengue atau yang dikenal dengan Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai diperkenalkan di Buleleng, Bali. Nantinya Buleleng akan menjadi daerah pertama yang menerapkan metode ini bersama Denpasar.
"Metode ini menawarkan solusi terbaik untuk menghilangkan penyakit dengue dan pada saat yang sama, tidak merusak lingkungan," kata I Ketut Kariyasa Adnyana, Anggota DPR-RI, Komisi Kesehatan (Komisi IX) dalam sosialisasi Kamis (3/2/2023) di Hotel Banyualit, Buleleng, Bali.
Teknologi ini diinisiasi World Mosquito Program (WMP) dan Pemerintah Daerah Bali, dengan dukungan dari Pemerintah Australia dan Gillespie Family Foundation.
cI Ketut Kariyasa Adnyana, Anggota DPR-RI, Komisi Kesehatan (baju merah) bersama perwakilan World Mosquito Program dan PJ Bupati Buleleng saat sosialisasi - IST
Metode ini dikembangkan dengan memasukkan bakteri Wolbachia pada nyamuk Aedes aegypti. Bakteri ini dapat menghentikan kemampuan nyamuk tersebut dalam menularkan penyakit dengue dan penyakit lainnya.
Metode ini dipelopori oleh ilmuwan dari Monash University, Australia. Hingga saat ini, metode Wolbachia telah diimplementasikan di 12 negara di seluruh dunia.
WMP dan Pemerintah Daerah Bali akan melepaskan nyamuk ber-Wolbachia di seluruh wilayah perkotaan di Bali pada tahun 2023-2025 untuk melindungi sekitar tiga juta penduduk dari penyakit dengue.
Kampanye tentang metode Wolbachia kepada masyarakat Bali akan dimulai pada pertengahan tahun ini. Sementara pelepasan nyamuk akan dimulai pada akhir tahun 2023.
Selama beberapa dekade, penyakit dengue telah merugikan masyarakat, sistem kesehatan, dan ekonomi di Bali. Pada tahun 2020, Bali, dari seluruh provinsi di Indonesia, memiliki angka insidensi penyakit dengue tertinggi dengan sekitar 270 kasus per 100.000 penduduk.
"WMP akan mengembangkan kegiatannya di Indonesia dan memperluas manfaat metode Wolbachia untuk masyarakat Bali termasuk kepada banyak wisatawan yang mengunjungi pulau tersebut. "Bali terhindar dari dengue" sudah di depan mata. Hal ini sangat menjanjikan," kata Dr. Claudia Surjadjaja, Director of Advocacy and External Relations, WMP Asia. (kanalbali/RLS)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar