Feb 13th 2023, 13:07, by Ema Fitriyani, kumparanBISNIS
Menteri BUMN Erick Thohir mengumpulkan 41 direksi dari lembaga - lembaga dana pensiun di lingkungan BUMN. Foto: Dok. Istimewa
Menteri BUMN Erick Thohir menyebutkan 65 persen perusahaan dana pensiun BUMN dalam kondisi yang sakit, sehingga sewaktu-waktu bisa meledak jika tidak ada intervensi pemerintah.
Erick menuturkan, pihaknya tengah melakukan penguatan tata kelola dana pensiun BUMN sejak September 2022 lalu. Tahun ini, program tersebut menjadi isu prioritas terbesar yang saat ini sangat membebani BUMN.
Dia mengungkap masih banyak dana pensiun yang tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran manfaat kepada pensiunan penerima manfaat secara komprehensif. Menurutnya, hal ini kontradiktif dengan upaya transformasi BUMN yang sedang dilakukan.
"Kita bicara BUMN sehat, tapi begitu mereka pensiun, tidak ada. Ini akan terjadi ledakan 1-2 tahun ke depan kalau kita tidak intervensi hari ini," ujarnya saat Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR, Senin (13/2).
Buruknya kondisi dana pensiun di dalam negeri juga dibuktikan dengan aset dana pensiun dan asuransi dibandingkan produk domestik bruto (PDB) hanya 5,8 persen, jauh dari Malaysia mencapai 22 persen atau Filipina 10,8 persen.
"Kalau kita lihat sudah ada defisit yang cukup besar, Rp 9,8 triliun di tahun 2021, ini sangat besar, yang terdiri tentu dari mayoritas BUMN yang ada, 35 persen (dana pensiun) sehat, sisanya belum sehat," ungkap Erick.
Erick berupaya menyelaraskan kesehatan keuangan BUMN dan dana pensiun, mengingat masih ada juga kinerja BUMN yang sakit, tapi pengelolaan dana pensiunnya besar. Dia berharap keduanya bisa sama-sama baik.
Dia juga menyinggung kasus penyelewengan dana pensiun dengan kerugian raksasa seperti Jiwasraya dan Asabri. Dirinya pun akan mengatur peta jalan dan petunjuk teknis tata kelola dana pensiun yang baik.
"Jangan sampai isu Jiwasraya, Asabri, kita jadi lengah di dana pensiun BUMN, karena UU-nya seluruh dana pensiun dikelola oleh masing-masing perusahaan yang akhirnya kontrol dan konsolidasinya ini saya takut menjadi bom waktu," jelas Erick.
Menteri BUMN Erick Thohir mengumpulkan 41 direksi dari lembaga - lembaga dana pensiun di lingkungan BUMN. Foto: Dok. Istimewa
Saat ini, lanjut Erick, Kementerian BUMN tengah melakukan review komprehensif terhadap seluruh dana pensiun BUMN. Targetnya Februari 2023 ini bisa selesai. Sebelumnya, pihaknya telah menggandeng KPK melakukan sosialisasi dengan seluruh pendiri dana pensiun terkait transformasi bisnis.
Setelah review, Erick menyebut akan menyusun petunjuk teknis tata kelola dana pensiun yang baik dan meminta seluruh dana pensiun BUMN menyusun rencana dan peta jalan penyehatan keuangan.
"Kita melihat lampunya sudah mulai kuning, jangan sampai 6-7 bulan lagi ada isu, padahal kasus lama bukan kasus baru, inilah kenapa kita serius memperbaiki ini," pungkas dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar