Jan 29th 2023, 12:43, by Jamal Ramadhan, kumparanTRAVEL
Pemandangan air terjun "Ban Gioc", Cao Bang, Vietnam. Foto: Nguyen Quang Ngoc Tonkin/Shutterstock
Filter menjadi hal yang tak bisa lepas dari para fotografer lanskap, dengan filter-filter tersebut fotografer tak perlu repot lagi mengedit foto di aplikasi edit foto.
Filter berguna untuk menyaring warna, menambah kontras, membantu meminimalisasi efek flare dan silau, mengoreksi warna dan color balance pada foto, dan mengurangi intensitas cahaya yang masuk lensa.
Berbagai jenis penurunan cahaya (f/stop) dari filter ND. Foto: Shutter Stock
Kali ini kumparan membahas filter apa saja yang biasa digunakan untuk memotret fotografi lanskap. Pasti berguna untuk traveler yang senang memotret lanskap di destinasi perjalanannya.
1. Filter Circular Polarizer (CPL)
Pemandangan di Pantai Tanjung Putus, Lampung-Contoh hasil foto menggunakan filter Circular Polarizer (CPL Filter). Foto: Baehaki Hariri/Shutterstock.
Filter CPL berfungsi mengurangi pantulan pada permukaan air, kaca, layar, atau objek apa pun yang memantulkan cahaya. Dengan filter ini, hasil foto akan lebih kaya warna dan kontras yang kuat.
2. Filter Graduated Neutral Density (GND)
Pura Ulun Danu Bratan di Bali - Contoh hasil foto menggunakan filter graduated neutral density (GND Filter). Foto: Bule Sky Studio/Shutterstock.
Filter GND hampir sama dengan filter ND, yaitu untuk mengurangi intensitas cahaya yang masuk ke sensor. Namun GND memiliki bagian yang terang di beberapa area tertentu sehingga dinamakan graduated, jadi fotografer bisa menggelapkan area yang terlalu terang.
3. Filter Natural Density (ND)
Air Terjun Campoan atau niagara mini di Bondowoso, Jawa Timur - Contoh hasil foto menggunakan filter neutral density (ND Filter). Foto: Hendropranyoto/Shutterstock.
Fungsi dari Filter ND adalah untuk mengurangi intensitas cahaya yang sampai ke sensor kamera. Filter ini biasa digunakan untuk memotret awan, pantai, atau air terjun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar