Dec 23rd 2022, 16:54, by Tim kumparan, kumparanNEWS
Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-O-Cha saat hadir di upacara di markas besar kepolisian di Bangkok (2/8). Foto: AFP/Lillian SUWANRUMPHA
Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-O-Cha, memastikan dirinya akan kembali mencalonkan diri sebagai kepala pemerintahan pada pemilihan umum yang akan berlangsung pada Mei 2023, Jumat (23/12).
Prayut melesat ke tampuk kekuasaan sebagai panglima militer dalam kudeta 2014 sebelum akhirnya terpilih lagi sebagai PM dalam pemilu 2019. Namun, Prayut diperkirakan akan meninggalkan Partai Palang Pracharath (PPRP) yang memimpin koalisi berkuasa saat ini.
Dikutip dari AFP, Prayut mengatakan, Partai Persatuan Bangsa Thailand yang baru terbentuk telah menawarkannya sebagai kandidat PM berikutnya. Sedangkan PPRP akan mendukung ketua partai dan Wakil PM Thailand, Prawit Wongsuwan, sebagai kandidat.
"Saya akan menjelaskannya hari ini bahwa saya telah memutuskan untuk mengambil peran tersebut," kata Prayut.
Wakil Perdana Menteri Thailand Prawit Wongsuwan. Foto: Lillian Suwanrumpha/AFP
Baik Prayut maupun Prawit pernah bertugas di militer Thailand. Nasib politik mereka pun saling terjalin selama beberapa dekade.
Prayut menyebut hubungan antara keduanya akan terus kuat terlepas dari jalan politik mereka yang nantinya akan terpisahkan.
Partai oposisi Pheu Thai terlihat unggul dalam jajak pendapat sejauh ini. Tetapi, pihaknya tidak cukup kuat karena konstitusi saat ini menguntungkan partai dengan koneksi militer.
Pada September, Mahkamah Konstitusi memutuskan batas masa jabatan delapan tahun Prayut sebagai PM akan berakhir pada 2025.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar