Search This Blog

Kembangkan Irigasi Tetes Berbasis Teknologi, USK Raih Juara II Kompetisi PLN ICE

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kembangkan Irigasi Tetes Berbasis Teknologi, USK Raih Juara II Kompetisi PLN ICE
Dec 17th 2022, 19:23, by Tim ACEHKINI, ACEHKINI

Kembangkan Irigasi Tetes Berbasis Teknologi, USK Raih Juara II Kompetisi PLN ICE
Tim Chilee, mahasiswa Teknik Elektro USK. Foto: USK

Tim Chilee dari Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh, berhasil meraih Juara II kompetisi PLN Innovation and Competition in Electricity (ICE) 2022 kategori Electrifying Agriculture dengan sub kategori pengembangan program bisnis. Kompetisi diumumkan Sabtu (17/12).

Sementara Juara I diraih oleh Universitas Pertamina, sedangkan Juara III menjadi milik Bengkulu. Kompetisi yang digagas PLN ini bertujuan melahirkan inovasi peralatan dan program bisnis, dengan memanfaatkan teknologi guna meningkatkan produktivitas pada bidang pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan.

Pada kategori Electrifying Agriculture, terdapat tiga sub kategori, yaitu sub kategori peralatan penunjang, sub kategori pengembangan/elektrifikasi program bisnis, dan sub kategori pembuatan program bisnis baru.

Adapun Tim Chilee IoT USK adalah mahasiwa Teknik Elektri terdiri dari: Irfan Wahyuda, M Al lail Qadrillah, Muadz Zamanhuri, Rahmat Maulana, dan Ariq Al Ghifary.

Mereka berhasil mengembangkan automatic watering plant (penyiram tanaman otomatis), dengan teknologi IoT (Internet of Things) yang diterapkan pada kebun cabai di Gampong Cut Beut, Kabupaten Aceh Besar.

Ketua Tim Chilee IoT USK, Irfan Wahyuda, menyampaikan kebun cabai seluas 2300 meter persegi disiram menggunakan metode irigasi tetes yang dapat menghemat air, dengan cara membiarkan air menetes ke tanaman.

"Air didistribusikan dengan selang plastik yang telah dilubangi di sekitar cabai. Adapun aliran air salurkan ke kebun dengan bantuan pompa listrik dari tandon air ukuran 1.500 liter yang terletak di pinggir kebun," jelasnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/12).

"Yang menarik dari sistem penyiram tanaman otomatis ini adalah katup/keran pada pipa dapat dibuka atau tutup, dengan menekan tombol pada aplikasi yang terpasang pada smartphone, sehingga dapat dipantau dan dikendalikan dari mana saja," jelas Irfan.

Selain itu, pada tanaman cabai juga dipasang sensor kelembaban tanah. Di mana jika kondisi tanah kering, maka katup dapat terbuka secara otomatis meskipun pengelola lupa mengaktifkan tombol buka katup pada hp-nya.

"Sistem yang dikembangkan ini dapat menghemat air dan waktu, sehingga dapat meningkatkan produktivitas petani," ungkapnya.

Adapun tahapan kompetisi, dimulai pada Juli sampai Desember 2022. Terdiri dari pendaftaran dan pengumpulan proposal, seleksi proposal, presentasi online, due diligence, pendanaan program, hingga penilaian akhir.

Pendanaan program diberikan untuk membuat prototype dan implementasi program bisnis untuk lima tim pemenang. Selanjutnya, setelah penilaian akhir berupa presentasi di depan dewan juri dari PLN, dipilih tiga pemenang pada masing-masing sub kategori. []

Media files:
01gmg091rffs36jeq29k9rjjjb.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar