Kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Maluku Utara. Foto: Istimewa
Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Maluku Utara menyoroti sejumlah aset milik Pemerintah Kota Ternate yang nganggur.
"Seperti Plaza Gamalama dan Sport Hall, sudah dibangun tapi belum difungsikan," ucap Kepala BPKP Malut, Edy Suharto, pada Kamis (22/12).
Menurut Edy, aset-aset tersebut seharusnya sudah dimanfaatkan, atau dibuat kerja sama dengan pihak lain agar dapat mendongkrak PAD.
Sebab, jika tidak segera dimanfaatkan maka akan membebani Pemda sendiri. "Nilai asetnya bisa turun," katanya.
"Kalau sudah tercatat di neraca, akan ada beban penyusutan dan itu berpengaruh," ucap Edy.
Edy pun menyarankan pemkot segera membuat pendekatan dengan pengusaha. "Supaya asetnya tidak tinggal diam begitu," katanya.
Kepala Bidang Aset BPKAD Ternate, Salim Albaar, sebelumnya mengungkapkan, ada sekitar 1.000 lebih aset lahan yang belum tersertifikasi. Sedangkan aset bangunan sekitar 500 lebih.
Dikonfirmasi terakhir soal Plaza Gamalama, Jumat (23/12), Salim mengatakan, BPKAD masih menunggu koordinasi antara ULP dan Dinas Kominfo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar