Ilustrasi suatu cerita disusun berdasarkan urutan penyajian yaitu. Foto: Unsplash/Clay Banks
Cerita merupakan suatu karangan yang disampaikan secara lisan maupun tulisan dalam mengungkapkan suatu peristiwa. Salah satu pertanyaan terkait materi ini berupa suatu cerita disusun berdasarkan urutan penyajian yaitu?
Terlebih, cerita yang satu ini kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Meski demikian, cerita yang disusun berdasarkan urutan penyajian ini bisa saja terjadi dalam kehidupan nyata ataupun suatu khayalan.
Suatu Cerita Disusun Berdasarkan Urutan Penyajian Yaitu?
Ilustrasi suatu cerita disusun berdasarkan urutan penyajian yaitu. Foto: Unsplash/Thought Catalog
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), cerita adalah tuturan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal (peristiwa, kejadian, dan sebagainya) atau karangan yang menuturkan perbuatan, pengalaman, atau penderitaan orang; kejadian dan sebagainya.
Pada dasarnya, semua cerita disusun secara kronologis atau berurutan. Sebab, informasi ditulis didasarkan waktu pada setiap peristiwa. Akan tetapi, terdapat juga cerita yang disusun tak sesuai kronologi atau peristiwa yang ditulis tidak berurutan dari awal hingga akhir.
Dikutip dari Modul 5: Teks Narasi dan Literasi Buku Fiksi-Nonfiksi Bahasa Indonesia Paket B Setara Kelas IX oleh Tim Diksas (2018) , jawaban dari pertanyaan suatu cerita disusun berdasarkan urutan penyajian yaitu narasi.
Narasi adalah suatu karangan cerita yang menyajikan serangkaian peristiwa kejadian dan disusun secara kronologis sesuai dengan urutan waktunya. Peristiwa itu bisa benar benar terjadi, tapi bisa juga hanya khayalan saja.
Umumnya karangan atau teks narasi diciptakan dengan tujuan menghibur pembacanya dengan pengalaman estetis melalui kisah dan cerita, baik fiksi maupun nonfiksi.
Dalam narasi memiliki beberapa unsur kebahasan yang membedakan dengan cerita lainnya, yakni:
Menggunakan Kata Kiasan (Metafora)
Metafora adalah kata atau kelompok kata yang tidak mewakili arti yang sebenarnya, melainkan digunakan untuk membandingkan dua hal secara langsung.
Metafora disebut juga sebagai gaya bahasa atau majas perbandingan. Biasanya metafora digunakan untuk memperjelas atau membuat teks narasi terlihat lebih menarik. Contoh: raja siang, raja malam, dan tulang punggung.
Menggunakan Kata Kerja Transitif dan Intransitif
Kata kerja transitif merupakan kata kerja yang dilengkapi dengan objek, baik itu benda, frasa ataupun kata ganti. Jenis kata kerja ini bisa diubah menjadi bentuk pasif. Contoh: Saya makan sebuah jeruk.
Sedangkan kata kerja intransitif merupakan kata kerja yang tidak membutuhkan objek. Jenis kata kerja ini tidak bisa diubah menjadi bentuk pasif. Contoh: Tiko jatuh.
Menggunakan Kata Benda, Sifat, Frasa atau Klausa
Tentunya penggunaan kata benda, sifat, frasa atau klausa ini disesuaikan dengan jenis topik yang disampaikan dalam teks narasi.
Menggunakan Kata Penghubung Penanda Urutan Waktu
Agar pembaca tidak bingung, biasanya penulis cerita akan menggunakan kata penghubung penanda urutan waktu. Contoh: pertama-tama, lalu, kemudian, selanjutnya, dan akhirnya.
Sekarang sudah tahu jawaban dari pertanyaan suatu cerita disusun berdasarkan urutan penyajian yaitu bukan? Semoga informasi di atas dapat membantu dalam memahami jenis cerita yang dipelajari dalam pelajaran bahasa Indonesia yang satu ini.(MZM)
Ilustrasi apa itu kemarau basah. Foto: Unsplash/A A
Belakangan ini, masyarakat Indonesia dihadapi dengan cuaca yang tidak menentu. Bahkan, istilah kemarau basah menjadi hal yang sering ditemui. Apa itu kemarau basah?
Banyak masyarakat yang penasaran alasan di balik hujan yang terjadi di musim kemarau. Bahkan, hujan tersebut memberikan dampak buruk untuk masyarakat di berbagai daerah.
Apa Itu Kemarau Basah yang Tengah Terjadi di Indonesia
Ilustrasi apa itu kemarau basah. Foto: Unsplash/Jason Oh
Indonesia adalah negara yang terletak di dekat dengan garis khatulistiwa, lebih tepatnya pada 6° LU-11° LS. Hal ini menyebabkan Indonesia terletak di wilayah beriklim tropis yang diapit oleh dua samudra besar, yakni Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.
Iklim tropis hanya mengenal dua musim, yakni musim kemarau dan musim penghujan. Untuk musim kemarau di Indonesia biasanya terjadi pada Bulan April-September.
Hal ini dikarenakan dengan angin muson timur yang berhembus dari Benua Australia ke Benua Asia yang melewati Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Dampaknya adalah uap air yang sedikit dan tak sampai menghasilkan hujan.
Akan tetapi di Bulan Mei ini, banyak sekali terjadi hujan yang seharusnya kemarau. Bahkan, beberapa di antaranya sampai menyebabkan bencana alam.
Dikutip dari laman bmkg.go.id, kemarau basah atau wet spell adalah sebuah peristiwa curah hujan yang tinggi saat musim kemarau. Peristiwa ini dikarenakan La Nina sedang mengalami menuju fase netral.
Perlu diketahui, La Nina merupakan peristiwa menyimpangnya perilaku lautan di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang ditandai suhu muka lautan yang lebih dingin dari normalnya.
Saat terjadi La Nina, laut di Pasifik bagian timur (Amerika Selatan) jadi lebih dingin dari normalnya. Sedangkan laut di Pasifik bagian barat (Indonesia) jadi lebih hangat dibandingkan biasanya.
Hasilnya adalah penguapan dan pembentukan awan hujan di atas wilayah Indonesia mengalami peningkatan sehingga menyebabkan curah hujan di Indonesia meningkat.
Selain itu, musim kemarau 2025 di Indonesia akan datang lebih terlambat. BMKG sendiri memprediksi pada Bulan Agustus sebagian besar Indonesia sudah mengalami musim panas.
Durasi musim kemarau di berbagai wilayah Indonesia beragam, seperti selama 6 dasarian (rentang waktu 10 hari dalam 1 bulan)/2 bulan pada sebagian Sumatera dan Kalimantan hingga yang lebih panjang lebih dari 24 dasarian di sebagian Sulawesi.
Demikian penjelasan tentang apa itu kemarau basah yang sedang terjadi di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia perlu berwaspada terhadap curah hujan yang tinggi meskipun tengah berada di musim kemarau.(MZM)